MALUKUnews, Ambon: Anggota DPRD Maluku, Abdurasid Kotalima menilai, keinginan Pemprov Maluku menampung persoalan pada anggaran 2019 mendatang merupakan hal mustahil. “Kalau Pak Sahuburua katakan nanti diupayakan ditampung, pembangunan masjid dan gereja di Manipa, SBB, pada anggaran 2019, itu mustahil. Yang janji siapa lalu mau dilempar pada 2019. Sementara ini adalah penghujung tugas Pemerintahan Said Assagaff-Zeth Sahuburua,” tandasnya.

Persoalan ini selalu disuarakan dirinya ketika DPRD Maluku melakukan rapat bersama Pemprov. Namun, sepertinya apa yang diaspirasikan tidak digubris Pemprov. “Setiap rapat Paripurna di DPRD Maluku, saya selalu suarakan masalah ini kepada Pemprov. Tapi, tidak direspon dengan baik. Sampai-sampai saya dituding masyarakat Manipa sebagai orang yang tidak bisa memperjuangkan aspirasi mereka,” paparnya.

Ketika Rakerda Pemprov Maluku bersama seluruh SKPD di Pulau Manipa 2017 lalu, gubernur menjanjikan akan memberi dana sebesar Rp 700 juta untuk pembangunan masjid desa Masawoy dan Rp 1 milair untuk pembangunan gereja desa Tomalehu Timur.

Namun, hingga memasuki masa akhir jabatan Assagaff-Sahuburua, janji itu hanyalah ucapan manis belaka. “Saya minta Pak Assagaff dan Pak Sahuburua jangan hanya indah pada pernyataan tapi kosong pada kenyataan. Pembuktian itu dengan karya nyata bukan hanya kata-kata,” sindir Politisi Partai Hanura itu. (KT)