MALUKUnews, Ambon: Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Rahmat Basiha mendesak PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara (Malut) mengevaluasi kinerja PLN ranting Luhu yang berada di Kecamatan Huamual. Pasalnya pelayanan Perusahaaan setrum negara itu dinilai memprihatinkan.

"Kami minta kinerja PLN Luhu dievaluasi. Pemadaman sering terjadi, masyarakat di Luhu, Limboro, Amaholu, Iha dan daerah sekitarnya sudah sangat kesal," kata Rahmat melalui rilisnya, Kamis (14/05).

Menurutnya, pantauan di lapangan bahwa masyarakat yang ada di kecamatan Huamual merasa terganggu dengan pelayanan PLN Ranting Luhu, lalu diperburuk dengan adanya pemadaman di bulan suci Ramadhan. "Ini mengganggu kekhusu'an dan kenyamanan umat Islam yang mayoritas di Huamual dalam beribadah di bulan Ramadhan," kesalnya.

Wakil masyarakat Huamual dari PKS tersebut melanjutkan, listrik merupakan kebutuhan vital masyarakat. Sehingga pemadaman listrik terutama di bulan ramadhan menunjukan PLN tidak peduli dengan hajat mendasar masyarakat.

"Semua hal serba listrik. Jadi semua terganggu dan resah. Bahkan banyak alat elektronik warga yang sudah rusak akibat ulah PLN. Bukan cuma di Huamual, saya dapat Laporan dari kader PKS di Kecamatan Taniwel dan Taniwel timur juga, disana pelayanan listrik meresahkan," endusnya.

Berdasarkan rapat dengar pendapat (RDP) PLN Ranting Luhu dengan DPRD SBB, tanggal 12 Mei 2020, diketahui dari total 10 Unit Mesin yg beroperasi untuk melayani konsumen di Huamual terdapat tiga mesin rusak dan satu mesin rusak total serta dua mesin rusak ringan. Akibat kerusakan tersebut sehingga terjadi pemadaman listrik secara bergiliran karena kurangnya stok daya dari total daya 1.150 KW yang hanya tersedia sebesar 830 KW.

"Walau ada defisit daya 320 KW, kan mesin bisa diperbaiki. Lagian dari dulu alasannya selalu sama, mesin rusak. Tidak ada perubahan. Padahal kecamatan Huamual ini masyarakat terbanyak di SBB, tapi PLN tidak ada perhatian khusus," pungkasnya.

Selain itu, Sekretaris Komisi II DPRD SBB itu juga meminta Bupati SBB, M. Yasin Payapo agar tidak menutup mata atas realitas buruknya pelayanan listrik di Huamual.

"Pak Bupati juga jangan tutup mata dong. Sebagai Kepala Daerah dia harus dorong agar ada solusi terbaik. Kan jadi Bupati karena dukungan mayoritas warga huamual juga," kata Rahmat.

Tidak hanya itu, Rahmat juga menegaskan akan mengadukan kinerja PLN Ranting Luhu, PLN Rayon Hitu dan PLN Maluku-Malut ke Anggota DPR RI asal PKS yang berada di Komisi VII jika tuntutannya tidak direspon secepatnya.

"Saya akan berkoordinasi dengan perwakilan PKS di Komisi VII DPR RI, Ibu Saadiah Uluputty agar nantinya keluhan masyarakat ini disampaikan ke PLN Pusat yang bermitra dengan Komisi beliau. Sekaligus menyampaikan kinerja PLN yang tidak becus," tutupnya. (Red)