MALUKUnews, Ambon: Bentrokan yang terjadi antara warga Desa Iha dan Tanah Goyang di Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Sabtu (31/08), siang, telah memakan dua korban luka.

Dua orang yang mengalami luka dalam peristiwa itu, yakni, Brigpol Irman Samanery, anggota kepolsian dari Polres SBB. Ia terluka saat melakukan pengamanan, dan satu lagi adalah warga Tanah Goyang yang bernama Muksin Jabir alias Jabir Mahu akibat kena pana wayar.

Berikut ini adalah kronologis lengkap peristiwa yang diterima Malukunews.co dari Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat, yang dikirim via WhatsApp, Sabtu, sore.

Inilah kronologi dari Polda Maluku itu yang kami tampilkan secara lengkap:

Kronologis penganiayaan terhadap Raja Negeri Iha Kec Huamual Kab. SBB yang berdampak terjadi konsentrasi massa dan aksi saling serang dari ke dua Desa* :

  1. Pada hari ini Jumat tanggal 30 Agustus 2019 pukul 21.30 wit bertempat di Depan Masjid At-Taqwa Dusun Tanah Goyang Desa Lokki Kec. Huamual Kab. SBB terjadi Laka Lantas Mobil jenis Avanza warna Biru No Pol. DE.1414 AC menabrak seorang anak kecil dengan identitas :

a. Pengemudi : Nama : Zain Syaiful Latukaisupy, SE, alias Tedi Latukaisufy,. 54 tahun, Islam, PNS (Raja Negeri Iha).

b. Saksi : Nama : Hamid, 60 tahun, Islam, pek wiraswasta

c. Korban : Putra Tuarita, 6 tahun, Islam, Dusun Tanah Goyang Desa Lokki Kec. Huamual Kab. SBB.

Kronologis :

Berdasarkan keterangan Pengemudi bahwa: korban berlari menyeberang jalan kemudian pengemudi menghentikan kendaraan namun saat akan berjalan muncul korban dari arah belakang dan berlari menyebrang jalan lagi sehingga pengemudi tidak sempat menghentikan kendaraan dan menyerempet korban mengakibatkan Korban mengalami luka lecet pada lutut dan kaki kanan, saat itu warga mayarakat Dusun Tanah Goyang menyuruh pengemudi untuk turun namun pengemudi tidak turun, menyebabkan warga marah dan merusak mobil dengan menggunakan batu dari arah depan, samping dan belakang serta melakukan pemukulan terhadap pengemudi sehingga mengalami luka robek pada kening kiri.

Tindakan Polisi :

a. Terima Laporan

b. Turun TKP

c. Mengamankan Pengemudi menuju Polres SBB

  1. Pada hari Sabtu tgl 31 Agustus 2019 staf pemerintah Negeri Iha bersama para Pemuda Negeri Iha melakukan pertemuan di Baileo Negeri Iha utk membahas peristiwa yang terjadi sehingga diambil keputusan bersama yakni : Mengharapkan secepatnya agar pelaku penganiyaan terhadap Raja Negeri Iha segera diamankan oleh pihak keamanan dalam waktu 1×24 jam dan kalau hal tersebut tidak dipenuhi maka masyarakat Negeri Iha akan menunjukan sikapnya.

Dari hasil pertemuan tersebut Pemuda Negeri Iha tidak menerima dan mengambil tindakan dengan bergerak menuju Dusun Uhe Negeri Iha dengan mengunakan kendaraan darat dan Laut

  1. Pukul 11.00 wit massa dari Negeri Iha berkumpul di Dusun Uhe Desa Iha yang datang dengan menggunakan kendaraan Darat dan laut berjumlah kurang lebih 500 orang mulai bergerak menggunakan kendaran darat dan berjalan kaki menuju Dusun Tanah Goyang Desa Lokki

  2. Pukul 12.30 massa dari Desa Iha dan Dusun Tanah Goyang saling berhadapan serta saling melakukan aksi pelemparan antara kedua massa.

  3. UPAYA YANG DI LAKUKAN :

a. Gabungan Personil TNI/Polri yang dipimpin oleh Kabag Ops Res SBB AKP V. GOLENG yang didampingi oleh Danramil 1502-07 Piru KAPTEN A. LATURAKE, Kapolsek Huamual IPDA ELNATH S. W. GEMILANG, S.Tr.K serta Danpos BKO Yonif 136/TS Desa Lokki LETDA D. PUTRAYUDANTO, mengamankan dan menenangkan massa dari kedua belah pihak.

b. Mediasi dengan Para Tokoh Masyarakat guna mencari pelaku penganiayaan dari Dusun Tanah Hoyang Desa Lokki.

c. Menghimbau untuk masyarakat Negeri Iha untuk kembali ke Desanya.

  1. Permintahan dari pihak Negeri Iha bahwa mereka tidak kembali sebelum para pelaku pemukulan Raja Desa Iha diamankan oleh pihak Kepolisian.

  2. Sampai dengan saat ini 112 Personil gabungan TNI/Polri masih melakukan pengamanan di RT 06 Pawae Dusun Tanah Goyang Desa Lokki (lokasi konsentrasi massa dari kedua belah pihak) dibawah pimpinan Kabag Ops Res SBB AKP V. GOLENG terdiri dari :

a. Polres SBB : 50 Pers

b. Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Piru : 25 Pers

c. Polsek Huamual : 8 Pers

d. Pospol Subsektor La Ala : 5 Pers

e. Kodim Persiapan : 6 Pers

f. Koramil 1502-07 Piru : 10 Pers

g. BKO Yonif 136/TS Lokki : 8 Pers

  1. Adapun korban dari kejadian saling serang oleh kedua pihak antara lain :

a. BRIGPOL I. SAMANERY mengalami luka lecet pada pelipis kanan akibat lemparan batu dan saat ini telah dievakuasi menuju RSUD Piru guna penanganan medis.

b. MUKSIN JABIR alias JABIR MAHU mengalami luka pada dada sebelah kiri akibat terkena panah (panah wayer) dan saat ini telah dievakuasi menuju RSUD Piru guna penanganan medis

  1. Pukul 14.00 wit Tim Buser Polres SBB telah mengamankan yang diduga pelaku pemukulan Raja Negri Iha dengan identitas sebagai berikut :

MUNAWIR SABUAHLAMO, 25 tahun, Laki-laki, Islam, Tani, Dusun Tanah Goyan Desa Lokki Kec. Huamual. Sampai dengan saat ini situasi disekitar TKP dapat dikendalikan namun masih ada konsentrasi massa dari kedua belah pihak.

(MN-01)