MALUKUnews, Ambon: Anggota DPR RI, Saadiah Uluputty menggelar sosialisasi empat pilar kebangasan di Negeri Luhu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Minggu (08/12), lalu.

Dalam Kegiatan yang dipusatkan di Balai Negeri Luhu tersebut, Uluputty meminta masyarakat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. “ Untuk menjadi bangsa yang kuat maka persatuan harus kita utamakan,” kata Saadiah.

Menurutnya, masyarakat Negeri Luhu memiliki latar sejarah tentang persatuan dan kesatuan untuk melawan hegemoni kekuasaan. “Sejarah perang Huamual menandakan bahwa Luhu punya sejarah persatuan yang kokoh untuk melawan kekuatan dari luar. Semangat ini yang harus diwariskan,” lanjutnya.

Dia menambahkan, pilar merupakan tiang penyangga untuk memastikan kokohnya sebuah bangunan gagasan dan falsafah. Olehnya itu, empat pilar kebangsaan harus dibumikan sebagai bagian dari upaya mengokohkan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk.

“Karena kita berbeda-beda tapi ada dalam satu NKRI, maka empat pilar ini harus ditegakkan. Karena dengan begitu maka pilar atau tiang ini akan kokoh menopang negara bernama Indonesia,” pungkas Saadiah.

Empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka tunggal ika adalah penyangga atau pilar tegaknya bangsa dan negara. Keempat hal tersebut, kata Saadiah, tidak sekedar dihafal dan diucapkan tetapi dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadi empat pilar ini jangan cuma di bibir saja. Tapi harus hadir dalam tindakan nyata kita daam dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selain itu, Saadiah yang juga Anggota MPR RI tersebut menekankan tentang pentingnya menjiwai budaya orang Maluku yang sesuai dengan semangat empat pilar.

“Semangat bakubantu atau masohi, baku bae, baku lia, pela dan gandong adalah bagian dari kearifan local orang Maluku yang sejalan dengan semangat kebangsaan yang ada dalam empat pilar,” tutupnya. ( Red)