MALUKUnews, Ambon: Masyarakat Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), bergotong-royong membangun jembatan di kompleks Kaipalia desa itu.

Pengerjaan jembatan yang dibiyayai warga sendiri itui, namun dicegat pemerintah desa (pemdes) setempat, padahal proses pembangunan itu sudah berlangsung.

Salah satu staf desa bernama H. Side Payapo kemudian datang ke lokasi untuk menghentikan langsung kegiatan warga itu, Sabtu (21/11), siang.

Reporter Malukunews.co di Huamual, Juhari Suryan, melaporkan, staf desa itu dengan suara keras melarang masyarakat menghentikan aktifitas pembangunan jembatan itu. Sebagian warga yang berada di lokasi kemudian menghadangnya. Adu mulut antar kedua pihak pun terjadi.

“ Kamong stop karja jembatan ini, karena desa mau karja akang,” ucap H. Side Payapo menegur warga yang sedang bekerja itu.

"Kamong staf datang bikin ribut ini par apa, katong ini, warga su inisiatif sandiri karja jembatan, lalu kamong (staf desa) datang bikin rebut. Kamong staf bilang mau bikin jembatan ini tahun kamarin, mana buktinya. Katong warga su beli bahan, lalu katong karjakan akang baru kamong datang ribut. Kamomg maunya apa,” ujar salah satu pekerja jembatan bernama Hasan Waleulu denagn suara kerasnya.

Warga berinisiatif membangun jembatan yang berada di jalan raya ini, guna membantu memperlancar kendaraan roda dua maupun empat.

Adu mulut ini kemudian berujung hingga dibawa ke kantor Desa Luhu untuk diselesaikan.

Warga kemudian bersedia menghentikan pembangunan jembatan itu, asalkan pemerintah desa mau membayar ganti rugi sebesar Rp. 20.000.000. Pemerintah desa pun bersedia membayar ganti rugi, dan ketegangan pun sempat reda.

Untuk diketahui, proses pelarangan pembangunan jembatan oleh Pemdes ini bertepatan dengan kedatangan Bupati SBB, Yasin Payapo ke Desa Luhu.

Apakah langkah Pemdes untuk melarang pembangunan jembatan ini adalah perintah dari Bupati Yasin Payapo ?. Belum diketahui pasti.

Malukunews.co punya sejumlah catatan serupa, di antaranya, pembanguan jembatan laut di Dusun Katapang, Desa Loki, Kecamatan Huamual, beberapa waktu lalu, bupati Yasin Payapo saat itu juga marah, karena jembatan tersebut dibangun oleh BUMN, dan inisiatornya adalah Hamra Samal. Samal sendiri disebut-sebut berencana menjadi salah satu rival Yasin Payapo di Pilkada SBB mendatang.

Berikutnya, rencana pembangunan sekolah di Desa Latu-Hualoy, Kecamatan Amalatu, yang terbakar akibat konflik masa, yang akan dibangun BUMN. Lagi-lagi Bupati Yasin Payapo juga menolak pembangunannya, karena diduga ada tangan Hamra Samal juga disitu. Samal adalah salah satu pejabat di BUMN kala itu.

Lalu apa hubungannya dengan pembangunan jembatan di kompleks Kaipalia Desa Luhu itu? ternyata setelah ditelusuri Malukunews.co, bahwa yang mendanai pembangunan jembatan itu adalah salah satu orang dekat Hamra Samal yang bernama Mahadi Samanery. Apakah ini salah satu penyebab Pemdes Luhu itu melarang pembangunan jembatan Kaipalia itu ? Waullahualam….! (Tim)