MALUKUnews, Ambon: Kepala Dinas Kesehatan Seram Bagian Barat (SBB), dr. Anis Tappang, mengatakan, seorang pasien asal Dusun Olas, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, yang sebelumnya dilaporkan diduga terpapar corona, namun setelah dilakukan rapid test, hasilnya negatif. Demikian yang disampaikan Anis Tappang saat dihubungi Malukunews.co via ponselnya, Minggu (19/04), malam.

Kata Anis, pasien berinisial HN ini saat diperiksa darah lengkap masih dalam batas normal. Suhu tubuhnya juga tidak terlalu panas, masih berada pada 37,8 derajat celcius. “ Nanti besok katong rencana diskusi dengan dokter ahli atau dirujuk untuk periksa swab ataupun PCR,” ujar Anis.

“ Meskipun sesuai hasil rapid test dinyatakan negatif, namun pasien HN ini tetap kami masukan dalam daftar ODP,” tegas Anis.

Seperti diberitakan Malukunews.co sebelumnya, bahwa HN, Minggu, sore tadi, mendadak dilarikan ke RSU Piru oleh petugas Puskesmas setempat karena diduga terpapar virus corona atau Covid-19, Minggu (19/04).

HN sebelumnya melakukan perjalanan dari Makassar dan tiba di Dusun Olas pada tanggal 9 April 2020 lalu. Ia pun langsung mengisolasi dirinya sendiri seperti anjuran pemerintah.

Setelah sepuluh hari kemudian, lanjut La Ode, HN mengalami gejala demam dan tenggorokan sakit, badan terasa lemas. Gejalanya seperti ini sudah berlangsung selama lima hari, ia dan memiliki suhu badan 37,8 derajat celcius.

“ Setelah kami menyampaikan kondisi HN ini ke Kedinas Kesehatan SBB, maka sesuai arahan Kadis Kesehaan HN langsung kami rujuk ke RSU Piru,” La Ode. (Tiha)