MALUKUnews, Ambon: Sejumlah oknum anggota TNI dari kesatuan Armed 9 Siliwangi yang bertugas di perbatasan Negeri Luhu dan Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, melakukan tindakan preman dengan memukul seorang warga Luhu hingga babak belur. Peristiwa ini terjadi pada hari Senin (27/01), malam.

Korban tersebut bernama Acang Suneth. Menurut penuturan korban kepada Malukunews.co, via ponsel, Selasa (28/01), sore, bercerita, ia dipukul oleh sejumlah orang anggota TNI yang kini bertugas di daerah perbatasan Luhu-Iha. “ Saya tidak tau tiba-tiba saya ditahan saat sedang bersantai di jalan. Menurut mereka saya menjual minuman keras. Saya kemudian disuru tiarap dan kemudian digiring ke pos mereka. Sampai di Pos itu, saya diperlakukan seperti binatang di pukul dan ditendang serta disiksa. Apa salah saya pak. Tolong dijelaskan,” pinta Suneth saat itu namun tidak dihiraukan para petugas itu.

Akibat dianiaya itu, badan korban menjadi memar. Bahkan darah pun keluar dari telinganya. Orang tua korban pun sedih melihat anaknya diperlakukan layaknya seperti binatang.

Sejumlah oknum TNI ini kerap kali dilaporkan membuat ulah di Negeri Luhu. “ Kalau sikap oknum TNI seperti in bukannya menjaga keamanan lagi tapi sebaliknya memicu kemarahan masyarakat yang bisa memicuku terganggunya keamaanan di wilayah itu,” ujar Tony, salah tokoh masyarakat Luhu di Ambon.

“ Kami minta supaya para oknum TNI di perbatasan itu ditindak dan digantikan dengan petugas lainnya, sehingga kondisi keamanan di di wilayah ini tetap terjaga. Petugas TNI ini sudah beberapa kali bertindak di luar kewenangannya dan ini sangat berbahaya untuk kelangsungan masyarakat disana,” kata Tony tegas.

Sementara itu, Malukunews.co yang berusaha mengkonfirmasi persoalan ini kpeada Kepala Pos TNI Armed 9 Siliwangi yang ada di perbatasan Negeri Luhu dan Iha namun belum berhasil. (Qin)