MALUKUnews, Ambon: Seorang warga Honitetu di Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang berinisial SE, yang sebelumnya telah diberitakan media ini kabur dari tempat karantina, kini berbuntut panjang.

Seluruh anggota keluarga SE, Jumat (01/05), pagi tadi telah dirujuk ke RSUD Piru oleh tim medis untuk di rapid test. Hal ini dilakukan guna meredam kegelisahan warga Honitetu dan sekitarnya, karena khawatir keluarga SE terjangkit Covid-19.

Kepala Puskesmas Inamosol, Jevry Luhukay, yang mengontak Malukunews.co, via ponsel, Jumat, siang, mengatakan, keluarga SE yang terdiri dari sumi dan dua orang anak, pagi tadi sudah dibawa ke RSUD Piru. Mereka selanjutnya akan dilakukan rapid test, tujuannya supaya bisa menjawab keresahan warga Honitetu dan Inamosol pada umumnya,” ujar Luhukay.

Luhukay juga mengakui, salah satu anak SE saat ini memang sedang menderita flu dan batuk-batuk, namun itu tidak bisa disimpulkan, apakah anak tersbut terjangkit Covid-19 atau tidak. “ Untuk itu, hari ini akan melakukan rapid test terhadap anggota keluarga SE di RSUD Piru,” kata Luhukay.

Untuk diketahui, SE sebelumnya melakukan perjalanan dengan pesawat dari Samarinda di Kalimantan via Surabaya- Ambon dan langsung menjuju ke Honitetu beberapa waktu lalu.

Setibanya di Honitetu, SE langsung menjalani karantian mandiri di rumahnya selama 14 hari, namun proses karantina baru berlangsung 12 hari, SE tiba-tiba langsung menghilang dari rumah (tempat karantina).

Aksi nekat SE kabur dalam masa karantina itu membuat masyarakat disekitarnya panik karena menyusul salah satu anak SE mengalami gejala flu dan batu-batuk. “ SE ini merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. Ia hingga kini masih kami cari keberadaannya,” tegas Luhukay. (Qin)