MALUKUnews, Ambon: Orang Tanpa Gejala (OTG) yang berinisial SE di Desa Honitetu, Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang dikabarkan kabur dari lokasi karantina itu, hingga saat ini belum juga diketahui keberadaannya.

Meskipun SE belum ditemukan, namun untuk menjawab keresahan masyarakat, pihak Puskesmas Inamosol telah mengambil langkah, dengan membawa keluarga SE ke RSU Piru untuk melakukan rapid test.

Rapid test ini dilakukan, karena salah satu anak SE mengalami flu dan batuk sehingga membuat masyarakat setempat resah. Masyarakat pun menghubung-hubungkannya dengan Covid-19.

Kepala Puskesmas Inamosol, Jevry Luhukay, kepada Malukunews.co, Jumat, malam tadi mengatakan, keluarga SE yang terdiri dari suami dan dua orang anaknya sudah dirujuk ke RSU untuk di rapid test. Langkah ini diambil guna menjawab keresahan masyarakat.“ Hasil rapid test itu sudah keluar dan hasilnya negatif. Jadi keluarga SE ini dinyatakan bebas dari Covid-19,” ujar Luhukay.

Meskipun sudah ada di rapid test dan hasilnya negatif, namun kata Luhukay, keluarga SE itu masih tetap menjalani masa observasi di rumah selama 10 hari, dan selanjutnya akan diperiksa ulang lagi dengan menggunakan rapid test yang sama. “ Semoga mereka semua baik-baik saja,” demikian doa Luhukay.

Untuk diketahui, SE sebelumnya melakukan perjalanan dengan pesawat dari Samarinda di Kalimantan via Surabaya- Ambon dan langsung menjuju ke Honitetu beberapa waktu lalu.

Setibanya di Honitetu, SE langsung menjalani karantian mandiri di rumahnya selama 14 hari, namun proses karantina baru berlangsung 12 hari, SE tiba-tiba menghilang dari rumah (tempat karantina).

Aksi nekat SE kabur dalam masa karantina itu membuat masyarakat disekitarnya panik karena menyusul salah satu anak SE mengalami gejala flu dan batu-batuk. “ SE ini merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. Ia hingga kini kami masih cari dan melacak keberadaannya,” tegas Luhukay. (Qin)