Oleh : Kisman Latumakulita ( Caleg DPR RI dari Partai NasDem Dapil Maluku )

MALUKUnews: Tujuh bulan lagi pemilu legislatif dilaksanakan. Tepatnya tanggal 9 April 2014 nanti rakyat negeri ini akan memilih anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kebupaten/Kota. Bank anak negeri ini yang telah menyatakan diri berminat menjadi anggota DPR pada berbagai tingkatan dengan tujuan yang tentu saja berbeda-beda pula.

Ada yang ingin jadi anggota DPR dengan tujuan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat di daerahnya atau seluruh tanah air. Tujuan yang satu ini menjadi stnadar baku dan terdengar sangat sangat sangat klise. Ada lagi untuk meningkatkan pendapatan dan penghasilannya. Ada lagi yang berniat jadi menjadi anggota DPR untuk meningkatkan status sosial di tengah-tengah masyarakat,,,,

Ada juga yang berecana jadi wakil rakyat untuk mempermudah urusan bisnis. Selain itu, ada yang dalam rangka mempersulit upaya penegakan hukum dari kejaksaan dan kepolisian atas dirinya bila kemungkinan bakal tersangkut masalah-masalah hukum. Umumnya kelompok yang satu ini berasal dari para mantan pejabat, karena penegakan hukum dari kejaksaan dan polisi untuk anggota DPR harus ada izin terlebih dahulu dari presiden.,,,, Namun ada juga mereka yang benar-benar jadi anggota dewan ingin mengabdikan diri untuk memperjuangkan nasib dan kepentingan rakyat melalui kelembagaan DPR.

Persoalan yang muncul kemudian, dan sering katong saksikan dengan mata kepala sendiri, baik melalui media eletronik, cetak dan online, maupun pada sidang-sidang di gedung dewan, banyak diantara para anggota legislatif tersebut kemampuanya sering seng sesuai atau seng sebanding dengan potensi, dan kapasitas yang dimilikinya. Bahkan ada yang kelebihan atau kekurangan beban tugas yang diberikan lembaga dewan kepadanya.

Celakanya, setelah terpilih aanggopta dewan, dong menjadi terjebak dalam ketidakmpuan memahami dialektika, logika dan etika. Kenyataan seperti ini juga sangat sangat dan sangat mungkin terjadi pada beta sandiri. Yaa, karena tidak ada kesempurnaan pada diri manusia, kecuali kekurangan, kekurangan dan kekurangan. Akibatnya, politik menjadi ajang pencitraan dan saling busuk-membusukan antara satu dengan yang lain.Kalo ini yang terjadi, maka target ideal untuk menjadi anggota DPR/DPRD mungkin tidak akan tercapai.

Sadar akan kekurangan tersebut pada beta pribadi, beta sangat sangat sangat dan sangat mengharapkan saran, kritik, koreksi, masukan, arahan, bimbingan dan nasehat dan tausyiah dari Tete, Nene, Bapak, Om, Wate, Mama, Uwa, Bibi, Kaka, Ade, Anak, Ponakan dan Cucu, Tamang, Sahabat, Kerabat samua sebagai bakal par beta kelak, karena kebetulan beta diberikan kepercayaan oleh Partai Nasdem untuk menjadi Caleg DPR RI dari Daerah Pemilihan Maluku,,,, terima kasih banyak lai jua eeee. (***)