MALUKUnews, Ambon: Sesuai laporan update dari Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Maluku, Senin (22/06), kemarin, menyebutkan, jumlah positif Covid-19 untuk Seram Bagian Timir (SBT) berjumlah 24 orang. Sedangkan untuk Maluku Barat Daya (MBD) berjumlah 5 orang.

Seperti diketahui, dua kabupaten tersebut pada bulan Desember 2020 mendatang menyelenggarakan Pilkada.

Data Malukunews.co, Selasa (23/06), menyebutkan, bupati "incumbent" di kedua kabupaten tersebut kembali bertarung di Pilkada 2020 ini untuk meraih kursi empuk untuk kedua kalinya. Atau biasa disebut calon incumbent.

Jika kedua calon incumbent itu, (Mukti Kaliobas Bupati SBT dan Benyamin Thomas Noach Bupati MBD) tidak segera menekan jumlah angka positif Covid-19 di wilayahnya, maka isu tersebut bisa dijadikan senjata untuk lawan politik. Apalagi Mendagri, Tito Karnavian sebelumnya, telah mengatakan, jangan pilih kepala daerah yang tak efektif tangani Covid-19.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, Tito Karnavian mengakui isu penanganan Covid-19 jadi usaha tersendiri bagi kepala daerah yang akan berkompetisi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 9 Desember mendatang. Dia menjelaskan, para kontestan ataupun petahana akan bekerja lebih giat dalam menangani virus corona.

"Kepala daerah akan sangat bersungguh-sungguh apalagi yang akan running lagi, kenapa, kalau daerahnya merah, apalagi ada korban meninggal dunia, itu akan menjadi amunisi bagi kontestan lain yang non petahana. Non incumbent," kata Tito saat konfrensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (22/6).

Dia juga menjelaskan, kualitas para pemimpin daerah menangani Covid-19 akan menonjol. Sehingga jadi amunisi bagi kontestan lain dari non petahana. Kemudian Tito pun imbau agar Kepala Daerah yang tidak bisa menangani Covid-19 jangan dipilih kembali.

"Kepala daerahnya tidak efektif menangani covid, Ya jangan dipilih lagi. Karena rakyat membutuhkan kepala daerah yang efektif bisa menangani persoalan covid di daerah masing-masing berikut dampak sosial ekonominya," kata Tito.

Sebab itu, Tito imbau agar penanganan Covid-19 jadi fokus dalam pilkada serentak. Hal tersebut kata Tito bertujuan untuk menekan angka penularan.

"Nah ini diangkat oleh kontestan, calon lawannya atau oleh masyarakat lain atau oleh media bahwa kepala daerahnya enggak efektif menangani, tidak mampu menangani Covid-19, tidak mampu mengendalikan PSBB. Kita harus balik seperti itu," jelas Tito. (Qin).