MALUKUnews, Ambon: Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPW PKS Maluku menghelat kegiatan anugerah Ibu Inspiratif di Hotel Amaris Ambon.

Penghargaan/Penganugrahan ini sebagai bentuk apresiasi PKS bagi sejumlah ibu yang dinilai dapat menjadi model dan teladan bagi keluarga lain dan masyarakat, karena sukses dalam karya dan kepedulian bagi keluarga dan masyarakat.

Yati Sumyati, Ketua BPKK DPW PKS Maluku menandaskan anugerah ibu inspiratif dilaksanakan juga untuk memperingati hari Ibu 22 Desember 2019. "Hari Ibu adalah momentum spesial. Momen untuk membangun ingatan atas pengorbanan para Ibu. Maka PKS berbagi apresiasi berbentuk anugerah kepada para ibu yang menginspirasi," jelas Yati Sumyati.

Yati menyebut, Ibu menjadi orang yang paling menentukan bagi keluarga. Posisi dan perannya dalam mendidik, memberi dampak bagi anggota keluarga terutama anak-anak. "Bagi PKS, para ibu menjadi sumber perubahan. Mereka adalah sekolah pertama bagi anak - anak. Sosok ibu inspiratif di mata PKS, selain mereka mengasuh dan mendidik anak-anak namun tetap memberi kontrubu si dan peran di masyarakat", detail Yati.

Maka, di antara banyak ibu yang menjadi inspirasi, BPPK PKS Maluku menetapkan empat ibu yang dianggap mewakili para ibu inspiratif tersebut. "Kita memilih empat ibu inspiratif dari beberapa latar belakang", tegasnya. Gelar Anugerah Ibu Inspiratif dilakukan di sela-sela Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PKS Maluku.

Mereka adalah Marsilam Mulan, seorang ASN di kantor walikota Ambon. Ibu 2 anak yang putri tertuanya menyelesaikan hafalan AlQur'an 30 juz. "Putri Ibu Marsilam selain menghafal Al Quran 30 juz, mengenyam pendidikan di Fakultas Kedoktreran UIN Jakarta", papar Yati. Anak kedua Marsilam, oleh dia disiapkan juga untuk menghafal AlQuran.

Yang kedua adalah Kasmawati Murzuk. Ibu muda yang menggagas Gerakan Sedekah Seribu Sehari (S3) Kota Ambon. Sebuah aksi sosial, Sedekah Dariku Untukmu. Mengumpulkan recehan 1000 rupiah yang bagi banyak orang tak terlalu mempedulikannya.

Sedekah yang terkumpul, didistribusi kepada para tukang becak, anak-anak tak berpunya serta kelompok masyarakat yang jarang disentuh. Diberikan dalam bentuk bingkisan hadiah dan sedekah nasi bungkus pada hari Jumat.

Perempuan inspirasi lainnya, Zakiyah Dwi Saputri. Guru Bahasa Inggeris di SMA Negeri 11 Ambon. Walau menjalani profesi sebagai guru namun aktifitas dakwah ibu 2 anak ini juga dijalaninya. Dia menjadi Host Kompas TV untuk kajian keislaman.

Serta anugerah Ibu inspiratif PKS lainnya adalah Saadiah Uluputty. Mendedikasikan waktunya melayani masyarakat sebagai wakil rakyat. "Saadiah mendapatkan peran dan tanggung jawab lebih besar. Anggota Komisi 7 DPR RI. Komisi yang membidangi masalah Energi, Riset dan Teknologi", sebut Yati.

Walau skala dan tanggung jawab amat besar untuk mengadvokasi kepentingan masyarakat namun tetap menjalani peran ibu mendidik ke enam anaknya.

"Bagi PKS, para ibu inspiratif ini memberi jejak yang sangat positif bagi keluarga-keluarga lainnya. Peran publik di masyarakat dan peran privat dalam keluarga berjalan secara seimbang", kata Yati. (Red)