MALUKUnews, Ambon: Sekretaris DPD Partai Hanura Maluku, Billy Latuheru, angkat bicara. Ia mengatakan, mosi tidak percaya dari DPC-DPC kepada Ketua DPD Maluku, Yasin Payapo itu, tidak sesuai prosedur organisasi. “ Mosi tidak percaya itu hanya dilakukan para ketua DPC Hanura secara pribadi saja. Bukan diambil dalam suatu keputusan rapat resmi di tingkat DPC,” ujar Sekretaris Latuheru saat dihubungi Malukunews.co, via ponsel, Selasa (20/08), sore.

Saya mau katakana, yang menyampaikan mosi tidak percaya itu, hanya tujuh DPC saja, bukan delapan seperti yang diberitakan itu. Adalah DPC Hanura, Kota Ambon, SBB, Malteng, Aru, MBD, Bursel dan MTB. Sedangkan DPC Tual itu bukan menyatakan mosi tidak percaya, tapi mereka hanya menyampaikan pernyataan tidak terlibat dalam konspirasi itu. “ Kawan-kawan di DPC Tual itu bilang, mereka hanya mau membersarkan partai dan mengikuti apa yang menjadi keputusan DPP. Jadi hanya tujuh saja yang menyatakan mosi itu,” ujar Latuheru.

Latuheru juga mengatakan, para pengurus di tujuh DPC itu, juga telah melayangkan surat pernyataan kepada kami di DPD Hanura Maluku, untuk menolak mosi tidak percaya yang dilakukan para ketua-ketua DPC itu. Mosi tidak percaya itu hanya sifatnya person saja. “ Ini surat pernyataan mereka yang masuk ke kami,” ujar Latuheru.

Informasi yang diperoleh, ada beberapa butir mosi tidak percaya yang dilayangkan DPC-DPC kepada Ketua Hanura Payapo itu. Di antaranya, pertama, bahwa Payapo dibilang ingkar janji, berhianat kepada komitmen bersama. Kedua, tidak ada niat baik Payapo untuk membersarkan partai. Kertiga, Payapo selaku Ketua DPD kontra produktif dan memicu perpecahan internal partai. Empat, Payapo itu tersandra dengan kasus korupsi. Dan terakhir, dibilang Payapo itu membangkan terhadap perintah DPP untuk melindungi asset partai.

“ Pernyataan mosi seperti itu tidak benar. Itu tidak mendasar. Itu hanya mengada-ada saja. Peryataan ini tidak benar sesuai fakta yang ada. Anda tau, pada kepemimpinan Payapo ini, kursi Hanura total yang diperoleh pada Pileg 2019 ini bertambah menjadi total 30 kursi. Dia antaranya, kursi di DPRD Maluku yang awalnay hanya 3 kursi, kini bertambah menjadi 5 kursi. Itu prestasi yang harus dibanggakan selaku kami kader-kader Hanura di Maluku,” tegas Latuheru.

Seperti diberitakan sebelumnya, mosi tidak percaya sejumlah DPC kepada kepemimpinan Yasin Payapo ini dilontarkan oleh Ketua DPC Hanura MTB, Eric Angkie. (Qin)