MALUKUnews, Ambon: Anggota DPRD Kabupaten/Kota maupun provinsi, yang selama di parlemen tidak pernah biacara, sebaiknya diambil tindakan oleh partainya. Yakni dengan melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) saja, akrena yang bersangkutan tidak mampu membawa aspirasi masyarakat. “ Anggota dewan itu dipilih dan dibayar negara untuk bicara. Jadi kalau tidak bicara sebaiknya diganti saja,” ujar DR. Stevin Melay, Akademisi Unpatti, saat berbincang di program bincang Kopi Pagi, stasiun RRI Ambon, Senin (16/09).

Selama ini, kata Melay, bentuk PAW itu, lebih banyak karena anggota dewan itu melakukan pelanggaran maupun berhalangan tetap. Tapi kita belum liat ataupun mendengar PAW itu dilakukan partai, karena anggota dewan bersangkutan tidak produktif atau tidak pernah bicara selama bersidang.

“ Jadi kami berharap supaya kedepan perlu ada lengkah terobosan dari partai politik untuk berani mem-PAW wakilnya di DPRD, karena tidak pernah bicara, dan hanya datang, duduk, diam dan duit saja alias 4 D, selama lima tahun,” ujar Melay.

Kata Melay. Ia dan teman-temannya punya catatan, bahwa ada anggota DPRD kabupaten/kota maupun provinsi di Maluku pada periode-periode sebelumnya, ada yang sama sekali tidak berbicara selama menajdi anggota dewan. Mereka hanya datang, duduk dan diam dan duit alias 4D. “ Saya berharap anggota dewan seperti ini tidak akan terjadi lagi di Maluku pada periode-periode berikutnya,” cetus Melay. (Qin)