MALUKUnews, Ambon: Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, mengaku menolak mengusung calon kepala daerah mantan koruptor di Pilkada.

PDI Perjuangan mengatakan, kepala daerah itu memiliki tanggung jawab besar kepada masyarakat.

"Meskipun hukum memperbolehkan itu PDI Perjuangan tidak akan mencalonkan yang bersangkutan," ujar Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto, seperti dilansir republika.co.id, Kamis (12/12).

Hasto mengatakan, eks terdakwa korupsi atau tindak pidana apapun memang telah menjalani masa tahanan mereka sebagai narapidana. Mereka, Hasto melanjutkan, telah menjalani hukuman pemasyarakatan sehingga menjalani sebuah fungsi pidana untuk kembali masuk ke sistem sosial.

Mantan sekretaris tim pemenangan Presiden Joko Widodo ini mengatakan, menjalani masa hukuman bukan berarti hak politik mereka dicabut. Dia melanjutkan, namun PDIP menilai bahwa kepala daerah bertanggung jawab atas masa depan rakyat, bangsa dan negara sehingga harus disertai rekam jejak dan Kredibilitas yang baik.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) menerima sebagian permohonan uji materi pasal pencalonan mantan narapidana sebagai kepala daerah yang termuat dalam Pasal 7 ayat (2) huruf g Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi Pasal 7 ayat (2) huruf g Undang-undang (UU) 10/2016 tentang Pilkada. Ringkasnya isi beleid tersebut menyatakan, calon kepala daerah tidak pernah sebagai terpidana, atau mantan terpidana yang telah mengumumkan latar belakangnya sebagai terpidana. (Qin/republika.co.id)