MALUKUnews, Ambon: Gubernur Maluku, Murad Ismail, mengaku siap pimpin PDI Perjuangan Maluku, jika diperintahkan langsung oleh Ketua Umum, Megawati Soekarno Putri.

Hal ini disampaikan mantan komandan Korps Brimob Polri itu saat dikonfirmasi mengenai lima nama yang diusulkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan sebagai calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Maluku, termasuk dirinya.

Sejumlah nama muncul sebagai calon ketua DPD PDI Perjuangan Maluku jelang konferensi daerah (Konferda) DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku tahun 2019 yang rencananya digelar, Sabtu (29/06) bosok.

Informasi yang dihimpun, ada lima nama yang telah diusulkan ke DPP PDI Perjuangan, termasuk yakni Edwin Huwae, Barnabas Orno, Tagop Soulissa, Lucky Wattimury dan juga Gubernur Maluku Murad Ismail,

Murad Ismail mengatakan, sama sekali tidak terlintas dalam pikirannya untuk menjadi pimpinan di partai politik apapun di Maluku, termasuk PDI Perjuangan yang membawanya menjadi Gubernur Maluku.

Dia mengaku lebih memilih fokus untuk menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah provinsi Maluku, karena menurutnya Maluku butuh perhatian. Terlebih lagi fokus program 100 hari kerja dalam mengimplementasikan visi misinya sebagai Gubernur Maluku.

"Saya tidak berfikir sama sekali jadi pimpinan di partai manapun, termasuk di PDI Perjuangan, baik mencalonkan maupun dicalonkan, tidak pernah itu. Karena saya ingin menjadi bapak, pengayom semua partai," ujar Murad, Kamis (27/06).

Murad juga mengaku telah berkomitmen untuk fokus menjadi dinamisator, stabilisator dan inisiator bagi 11 Kabupaten/Kota dalam memajukan provinsi Maluku ke depan yang lebih baik.

Akan tetapi, kata Murad, jika ada perintah dan penugasan langsung dari Megawati untuk menjadi pimpinan partai di Maluku, dia siap dan patuh menjalankannya layaknya prajurit yang taat pada perintah atasan.

" Kalau mencalonkan atau dicalonkan saya tidak ada niat dan tidak bersedia. Tapi kalau akhirnya diperintahkan, ditugaskan dari atas, tentu saya siap dan bersedia. Silahkan terjemahkan sendiri artinya. Sebab itu perintah dan tugas. Sebagai prajurit kita harus patuh,” tegas Murad. (Tiar)