MALUKUnews, Ambon: Ketua DPD Partai Hanura Maluku, Muh Yasin Payapo, nyaris kehilangan legitimasi di partainya sendiri. Seperti telah diberitakan media ini, sebayak 8 DPC ( namun kemudian diklarifikasi sekretaris DPD Hanura Maluku hanya 7 DPC saja), telah melayangkan mosi tidak percaya kepada Payapo. Kini di internal DPD Hanura Maluku sendiri, juga sedang melakukan perlawanan dari dalam.

Ketua Badan Pemilihan Umum (Bapilu) DPD Partai Hanura Maluku, Abubakar Talaohu, misalnya, secara terang-terangan menuding Ketua DPD Hanura Maluku, Yasin Payopo tidak punya visi jelas untuk memimpin dan membesar partai pimpinan Oesman Sapta Odang atau OSO ini.

Kepada Malukunews.co, via ponsel, Rabu (21/08), Ketua Bapilu DPD Hanura ini, mengatakan, Payapo tidak punya niat baik untuk membesarkan partai Hanura di Maluku. Selama menerima tongkat komando pada Januari 2018 lalu, Payapo tidak pernah komitmen untuk menjalankan program Hanura yang sudah disepakati itu.

Talaohu kemudian membeberkan janji dan program Payapo saat terpilih pimpin Partai Hanura pada Musyawarah Daerah Luar Biasa (Mudalub) yang berlangsung di hotel Haris Tebet di Jakarta, 24 Januari 2018 lalu.

Saat itu, Payapo menyatakan, dalam tugas pertamanya, ia akan melakukan konsolidasi partai untuk menghadapi Pilkada 2018 dan Pilpres 2019. Namun kenyataannya, Payapo tidak memenuhi janjinya itu.

Kemudian yang kedua, pada saat pembekalan Caleg tertanggal 29 Nopember 2018 di hotel Marina, Payapo mengatakan, ia akan segera dilakukan road show organisasi ke seluruh daerah dengan melibatkan ketua organisasi, sekretaris dan ketua Bapilu DPD Hanura yang berlangsung Januri sampai Pebruari 2019. Namun janji itu juga tidak ditepati.

“ Kalau dinilai Payapo itu berhasil, lalu saya mau Tanya, apa alat ukur kita untuk menilai Payapo itu berhasil pimpin partai. Alat ukur itu harus dilakukan lewat rapat kerja. Tapi kenyataannya DPD Hanura dibawa kepemimpinan Payapo ini tidak pernah melakukan rapat kerja,” ujar Talaohu.

Talaohu mengatakan, DPD Hanura Maluku sejak Januari 2018, atau saat Payapo awal menjadi ketua, hingga saat ini Partai Hanura Maluku berjalan tanpa punya program. Payapo itu tidak punya political will yang kuat untuk membesarkan partai. Kalau memimpin partai model begini saja, semua orang juga bisa,” ujar Talaohu.

“ Saya ini adalah Ketua Bapilu DPD Hanura Maluku. Mosi tidak percaya yang dilakukan teman-teman dari DPC itu, karena Payapo tidak punya visi yang jelas untuk mau membesarkan partai ini. “ Saya mau katakana, pada saat Pilgub Maluku kemarin, kami dari Partai Hanura sepertinya kehilangan arah. Padahal saat itu kami juga sebagai partai pengusung, tapi tidak punya peran, karena Payapo selaku ketua tidak punya kemampun untuk memainkan perannya,” ujar Talaohu dengan kerasnya. (Qin)

.