MALUKUnews, Jakarta: Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung mengingatkan calon presiden Aburizal Bakrie tidak bisa mengukuhkan dirinya sebagai capres dari Golkar dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) kalau belum dapat mitra koalisi.

Dalam Rapimnas yang digelar setelah 9 Mei nanti, salah satu agenda pentingnya yaitu menentukan calon wakil presiden untuk mendampingi Ical yang sudah resmi diusung Golkar sebagai capres.

"Kalau mau mengukuhkan pencapresan (Ical) tentunya harus melihat dulu apakah Golkar sudah dapat partai lain dalam koalisi," ujar Akbar saat dihubungi detikcom, Jumat (2/5/2014).

Dengan perolehan suara dalam pemilu legislatif yang di bawah 20 persen, Golkar wajib menggandeng partai lain untuk berkoalisi agar bisa memajukan capresnya.

Terkait kemungkinan koalisi dengan Partai Gerindra, Akbar menggarisbawahi bahwa baik Golkar maupun Gerindra sudah sama-sama mengusung capresnya. Akbar tidak bisa mengomentari banyak kemungkinan koalisi Golkar dan Gerindra karena persoalan capres tersebut.

Sepengetahuan dirinya, tegas Akbar, Ical selama ini selalu menegaskan bahwa posisinya adalah capres. "Saya hanya berpegang pada ucapan dia, capres, capres. Saya tidak tahu kalau misalnya nanti Pak Ical berubah sikap," kata Akbar.

Akbar menjelaskan jika misalnya nanti Ical mengubah sikap menjadi cawapres tidak serta merta bisa begitu saja. "Harus melalui Rapimnas karena dulu Pak Ical ditetapkan sebagai capres dari Golkar melalui Rapimnas," ujarnya. "Semua harus melalui prosedur, lewat Rapimnas," lanjut Akbar. (detik.com)