MALUKUnews, Ambon: Mahkamah Konstitusi (MK) hingga Senin (28/10) sore belum juga menjadwalkan persidangan sengketa Pilkada Maluku.

Yang anehnya sidang terakhir sengketa tersebut sudah dilaksanakan Kamis (17/10). Saat itu agenda persidangannya yakni mendengarkan laporan KPU, Bawaslu, KPU Maluku dan Bawaslu Maluku terkait pelaksanaan Pemungutan Suara UIang (PSU) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Menyikapi kondisi ini, sejumlah elemen masyarakat mengharapkan MK untuk segera memutuskan sengketa Pilkada Maluku. Apalagi sudah satu pekan pasca sidang terakhir ternyata belum ada kepastian persidangan berikutnya dari MK. “Yang kami harapkan MK secepatnya memutuskan sengketa Pilkada Maluku sehingga bisa segera ditetapkan kandidat yang lolos ke putaran kedua,” tandas Sekretaris Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (GEMA MBD) Roy Mesdilla seperti dilansir dari Siwalima, kemarin.

Dikatakan, saat ini nasib Pilkada Maluku tidak jelas sebab MK sampai dengan saat ini belum memutuskan tiga perkara sengketa pilkada pasca pelaksanaan PSU di Kabupaten SBT.

“Kami menilai ada ‘permainan’ yang dimainkan oleh MK maupun pemerintah pusat terhadap Pilkada Maluku karena sampai dengan saat ini belum ada titik terang dari MK guna memutuskan sengketa Pilkada,” katanya.

Ia menilai, jika MK lambat untuk memproses lanjutan persidangan sengketa pilkada maka diperkirakan pilkada baru akan dilanjutkan pada tahun 2015. (S5)