MALUKUnews, Ambon:Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku harus objektif melaksanakan pemungutan suara ulang di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) pada 11 September mendatang. Hal ini diungkapkan oleh Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura (Unpatti) Paulus Koritelu seperti dikutif dari Siwalima kemarin.

Dikatakan, KPU Maluku saat ini telah berkantor di Kabupaten SBT sehingga harus lebih objektif dalam menyelenggarakan pemungutan suara ulang.

“Yang terjadi di Kabupaten SBT pada pilkada 11 Juni lalu itu ada kandidat yang mengklaim bahwa mereka itu menang, namun ketika perhitungan di tingkat KPU itu mereka selalu kalah. Ini semua adalah faktor money politics yang bermain didalamnya, sehingga KPU Maluku yang saat ini sedang berkantor sementara di Kabupaten SBT untuk melaksanakan pemungutan suara ulang ini harus lebih objektif lagi agar tidak terjadi hal-hal yang nantinya merugikan pasangan lain ataupun demokrasi kita kembali tercoreng,”katanya.

Koritelu berharap KPU Maluku dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik sehingga hasil pemungutan suara ulang bisa jujur dan adil. “Masalah di Kabupaten SBT sangat rumit, KPU Maluku harus bisa menunjukkan mereka berani bisa untuk melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggungjawab. Jangan lagi membuat demokrasi kita ini kembali tercoreng serta seluruh money politics yang terjadi disana harus mereka hindari agar lahirlah sebuah demokrasi yang berkualiatas yang selama ini kiata inginkan bersama,” tandasnya. (S5)