MALUKUnews, Ambon: Wakil Ketua Bidang Kaderisasi, DPD Golkar Maluku, Ridwan Marasabessy, yang juga inisiator pendukung Airlangga Hartato, pada Munas Golkar kali ini mengaku, kecewa berat. Dia tidak sangka, Ketua DPD Golkar Maluku, Said Assagaf, lakukan jebakan-jebakan untuk kepengurusannya sendiri.

“Pemimpin seperti ini tidak bisa jadi panutan. Untung saja tidak terpilih sebagai Gubernur Maluku. Allah Maha Tahu,” tegas Ridwan Marasabessy, seperti dikutif dari harian kabar timur, yang terbit Sabtu, akhir pekan kemarin.

Kekecewaan Ridwan yang sempat ditunjuk Ketua DPD Golkar Maluku Said Assagaf, sebagai Plh Ketua DPD Golkar Maluku, sejak proses Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pilpres ini, “dihianati” oleh Ketua Assagaf dan Sekretaris DPD Golkar Maluku, Ruland Tahapary.

Jebakan atau mengunting dalam lipatan Said Assagaf yang juga mantan Gubernur Maluku satu periode dan gagal dapat kursi di dua periode itu berawal dari hasil pleno DPD Golkar Maluku, yang merekomendasikan 10 Ketua DPD II dinonaktifkan.

Assagaf berdalih rapat pleno yang digelar Pengurus DPD Golkar Maluku menonaktifkan 10 Ketua DPD II, dilakukan ilegal alias tanpa sepengetahuan dirinya. Padahal, faktanya ada tanda tangan “basah” Said Assagaf terkait pleno yang digelar pengurus DPD Golkar Maluku.

“Sebelum mengelar pleno, sejumlah Pengurus DPD Golkar Maluku mendatangi Ketua DPD Golkar Maluku, Said Assagaf di Makassar. Semua clear dan legal, karena disetujui, termasuk Ruland Tahapary yang berada diluar mempersilahkan Pengurus melakukan scan tanda tangannya,” papar Ridwan.

Setelah pleno diputuskan lantas, muncul bantahan dan sangahan Said Assagaf bahwa dirinya tidak pernah dikoordinasikan oleh pengurus DPD Golkar Maluku terkait pleno dimaksud. “Ini kan mengunting dalam lipatan terhadap kami,” tegasnya. (Qin/KTM)