MALUKUnews, Ambon: Suksesnya pelaksanaan Pilkada Maluku putaran kedua pada 14 Desember mendatang, juga sangat tergantung dari peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku dan jajarannya.

Selama ini miliaran rupiah uang daerah telah dikucurkan untuk membiayai operasional Bawaslu dan jajarannya, namun ternyata seringkali kinerja pengawasan belumlah optimal.

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Syarif Hehanussa menilai, selama ini Bawaslu belum melakukan pengawasan secara profesional bahkan belum sesuai dengan yang seharusnya.

“Selama ini walaupun ada pengawasan tetapi belumlah maksimal. Bahkan ada yang tidak profesional karena ada kedekatan ataupun titipan tertentu. Ini yang membuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penyelenggara dan pengawas pemilu menjadi pudar,” ungkap Hehanussa seperti dikutif Siwalima, hari ini.

Dijelaskan, Bawaslu harus bersikap netral dan Menjunjung tinggi profesionalisme sebagai lembaga pengawas pemilu serta bukan sebagai lembaga pendengar berbagai bisikan yang nantinya berpengaruh pada proses penindakan saat pengawasan dilakukan. “Kami rasa yang berada di Bawaslu Maluku adalah orang-orang yang sangat professional dan berpengalaman. Untuk itu tunjukanlah profesional itu dan pengalaman itu dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” jelasnya.

Senada dengan Hehanussa, Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Abdul Manaf Tubaka, juga mengharapkan Bawasluini harus benar-benar bekerja dengan jujur dan adil sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Senin (25/11), Tubaka mengaku masyarakat manaruh kepercayaan kepada Bawaslu untuk mengawasi jalannya putaran kedua.

Olehnya itu, katanya, di putaran kedua Bawaslu dan jajarannya harus mengawasi secara ketat tahapan yang akan berlangsung ini dengan benar. (S5)