MALUKUnews, Ambon: Sidang sengketa Pilkada Maluku terkait Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Seram Bagian Timur yang berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta berlangsung aman dan lancar, Kamis (17/10).

Sidang diawali dengan KPU Maluku menyampaikan laporannya terkait pelaksanaan PSU di SBT, kemudian disusul Bawaslu Maluku. Hakil juga memberikan kesempatan kepada pihak terkait satu dan dua, dalam hal ini pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku, Abdullah Vanath-Marten Maspaitella dan Said Assagaff-Zeth Sahuburua untuk menyampaikan laporannya.

Sementara itu, pihak termohon satu dan dua atas nama Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Herman Koedeoboen-Daud`Sangadji dan Abdullah Tuasikal-Hendrik Lewerissa juga diberikan kesempatan majelis hakim untuk melaporkan hasil pelaksanaan PSU di SBT itu.

Anggota KPU Maluku, Drs. Musa Toekan, M.Si, yang saat ini berada di Jakarta saat dihubungi Malukunews.co, via ponselnya, Kamis (17/10), sore ini, mengatakan, sidang di MK itu berjalan cukup lancar. “ Kami dari KPU telah menyampaikan laporan kami kepada majelis hakim, bahwa di antaranya semua keberatan yang telah disampaikan oleh masyarakat maupun Bawaslu telah kami tindaklanjuti, jadi tidak ada masalah,” kata Toekan singkat.

Lanjut Toekan, KPU Berharap MK bisa memutuskan hasil sidang PHPU ini secara`adil sesuai fakta yang terjadi pada saat PSU itu. “ Kami berharap putusan PHPU Pilgub Maluku diputuskan secepatnya agar Pilkada putaran kedua bisa segera dilaksanakan pada bulan Nopember bulan depan,” ucap Toekan.

Sidang yang berlangsung di MK itu dimulai pukul 10.30 WIB dan Berakhir pukul 12.00 WIB. Berarti proses jalannya sidang tersebut hanya berlangsung selama satu jam setengah.

Usai masing-masing menyampaikan laporannya, majelis hakim yang dipimpin Hamdan Zoelva.kemudian menutup sidang. Belum diketahui pasti kapan pelaksanaan sidang lanjutan untuk mendengarkan putusan hakim terkait sengketa Pilkada Maluku ini. (Qin)