Oleh: Saadiah Uluputty ( Anggota DPR RI dari Fraksi PKS )

MALUKUnews: Tabggal 29 Juni 2020, ditetapkan pemerintah sebagai hari keluarga nasional. Tentulah punya makna tersendiri bagi setiap orang dalam memaknainya.

Kemarin sore (29 Juni) saya bersilaturahmi ke Ua Haji Sina di Kebun Cengkeh Ambon. Saudaranya papa yang Allah panjangkan umurnya bersama kami.

Seharian mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) virtual zoom pembahasan APBN bersama menteri ESDM dan Pertamina tak membuat surut niat untuk bersilaturahmi, mengunjungi keluarga yang sepuh, menyambangi, menghibur, meminta doa, nasehat dan mengambil berkah orang tua.

Walau sudah canggihnya teknologi dan masa pandemi seakan membatasi ruang gerak langkah untuk bertemu, tapi bersua dan bertemu langsung tentulah punya rasa dan cerita sendiri di hati. Seperti malam ini, Ua Hajiku bersinar dengan senyum sumringah menyambut ponakannya yang datang.

Berbagi cerita dan kisah mengalir, tak terasa kami pamit, masih saja belum cukup waktu, " Ana'u, Sina mau cerita dulu waktu mengaji ke Tete Tae di Sirisori dengan sifat 20 dan sifat nabi. Cerita ini mengingatkan pada Almarhum Papa dan Mama yang juga sering cerita menuntut elmu ke negeri Sirisori. Semoga Allah merahmati mereka dengan kasih sayangNya dan menerangi alam kuburnya.

Sang Khalik, Allah SWT memerintahkan manusia untuk saling memperkokoh tali silaturahim. Dalam Alquran surat An-Nissa ayat 1, Allah SWT berfirman, ''Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

Silaturahim seperti dijanjikan Rasulullah SAW dapat membuat seorang dilapangkan rezeki dan dipanjangkan umurnya. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang suka diluaskan rezeki dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).

Bahkan, Rasulullah SAW sendiri yang mengungkapkan keistimewaan bagi umatnya yang mau bersilaturahim. Selain itu, mereka yang gemar bersilaturahim dijanjikan akan di masukan ke dalam golongan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dari Abu Hurairah RA, sesunguhnya Rosulullah saw bersabda, " Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akherat maka lakukanlah silaturahmi ". (HR Bukhari dan Muslim).

Orang yang gemar silaturahim pun akan selalu berhubungan dengan Allah SWT. Dari Aisyah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Silaturahmi itu tergantung di `Arsy (Singgasana Allah) seraya berkata: "Barangsiapa yang menyambungku maka Allah akan menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya" (HR Bukhari dan Muslim.)

Keistimewaan lainnya, silaturahim dapat menjadi salah satu sebab penting masuk surga dan dijauhkan dari api neraka. Dari Abu Ayub Al Anshari, beliau berkata, seorang berkata, ”Wahai Rasulullah, beritahulah saya satu amalan yang dapat memasukkan saya ke dalam syurga.” Beliau menjawab, “Menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya, menegakkan shalat, menunaikan zakat dan bersilaturahim.”.

Meski terkesan sepele, silaturahim adalah ketaatan dan amalan yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT, serta tanda takutnya seorang hamba kepada Allah.

“Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk.” (QS: Arra’d, 21).

Betapa mulianya menjalin silaturahim, jadi ingat kata kata kekasih hati tadi, jangan berlama lama zikir, Silaturahmi itu lebih utama. (***)