MALUKUnews, Ambon: Komisi Pemilihan Umum (KPU) di empat kabupaten di Maluku yang menggelar Pilkada serentak tahun 2020 ini, dinilai tertup dalam memberikan informasi kepada publik.

Empat KPU itu, adalah KPU Maluku Barat Daya (MBD), KPU Buru Selatan (Bursel), KPU Kepulauan Aru dan KPU Seram Bagian Timur (SBT).

Data Malukunews.co, menyebutkan, KPU di empat kabupaten itu sepi publikasi tekait proses pentahapan Pilkada yang saat ini sementara berlangsung. Publik berhahak tau, apa saja yang sudah dikerjakan anggota KPU dalam rangka persiapan Pilkada serentak itu. “ Publik hampir tidak disuguhkan dengan pemberitaan terkait kerja-kerja KPU di empat kabupaten yang saat ini menggelar Pilkada. Padahal proses pentahapan Pilkada itu sudah berlangsung. Kalau memang KPU di empat daerah itu menutup informasi dari publik, kami pun patut pertanyakan, ada apa ?,” demikian bunyi salah satu pesan yang masuk ke Redaksi Malukunews.co via WhatsApp, Selasa (28/07), pagi.

Seperti diketahui, saat ini, proses pentahapan verifikasi Balon Perseorangan di SBT, Aru dan MBD sedang berlangsung. Mestinya setelah dilakukan verifikasi administrasi hingga faktual, KPU setempat harus menyampaikanhasilnya juga kepada publik sebagai salah satu bentuk transparansi dan pertanggugjawaban KPU kepada publik.

“ Kami berharap supaya KPU lebih transparan agar Pilkada serentak ini bisa berlangsung jujur dan adil,” ujar Robby, salah satu warga yang mengaku dari MBD yang sempat menghubungi Redaksi Malukunews.co, Selasa, pagi ini.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Maluku, Syamsul Rifan Kubangun, yang dihubungi Malukunews.co, via ponselnya, Selasa (28/07), pagi, mengatakan, ia baru mendengar informasi, kalau KPU di empat kabupaten yang menyylenggarakan Pilkada serentak itu terkesan menutup informasi dari publik. “ Nanti saya cek lagi ya, kalau memang benar nanti saya tegur mereka,” ujar Kubangun singkat.

Ooo..ya, kalau untuk Balon Independen itu, sesuai jadwal yang ada, hari Senin, kemarin itu adalah batas akhir penyerahan dokumen tambahan. “ Tapi nanti saya cek lagi ke masing-masing KPU, prosesnya sudah sampai dimana, nanti baru saya hubungi balik ya,” ucap Kubangun. (Mar)