MALUKUnews: Jelang Pilkada Serentak 2020, Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin berharap terjalinnya kerja sama antarlembaga. Hal ini dia sampaikan agar dapat mendeteksi lebih dini ancaman yang mungkin terjadi pada Pilkada 2020.

Ungkapan Afif dalam menjawab pernyataan Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Bahtiar. Di mana, Bahtiar menyebut ancaman yang mungkin terjadi saat Pilkada 2020 dapat bersumber dari penyelenggara pilkada dan media sosial.

Tentang penyelenggara pilkada, dia menekankan Bawaslu dan KPU harus serius dalam menyeleksi panitia penyelenggara Ad hoc (sementara) agar mendapatkan orang-orang yang berintegritas tinggi, profesional, dan independen.

Kemudian pada kasus media sosial, dia menilai hal tersebut juga berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Dia merujuk kasus Pemilu 2019 yang penyebaran berita hoaks di tengah masyarakat begitu masif.

"Kemudian di media sosial, itu terjadi di (Pemilu) 2019 kemarin. Saya kira perang di media sosial bisa menjadi sumber konflik di dunia nyata. Mungkin sebagian besar sumber konflik diproduksi di media sosial," ujar Bahtiar.

Menanggapi hal tersebut, Afif menilai perlu adanya kerja sama antarlembaga supaya aspek-aspek yang mungkin menjadi ancaman pada Pilkada 2020 bisa dihindari lebih awal. Dia juga menawarkan, produk yang dihasilkan Bawaslu untuk mendeteksi ancaman Pilkada 2020 yaitu indeks kerawanan pemilu.

"Saya kira karena proses pilkada serentak ini bukan yang pertama. Kami punya alat deteksi dini untuk memetakan kerawanan pemilu. Rencana untuk indeks kerawanan pilkada 2020 akan diluncurkan di akhir Januari 2020. Sekarang sedang proses pemutakhiran data setelah pemilu serentak," jelas Afif saat menghadiri Diskusi Refleksi Akhir Tahun yang bertema Deteksi Dini Ancaman Nasional Pada Pilkada 2020, pada Kamis (19/12/2019).

Afif mengatakan indeks kerawanan pemilu tentu akan bermanfaat bagi mitra lembaga yang berkaitan dengan pemilu yaitu KPU, Kemendagri, Kemenpolhukam, dan kepolisian. Oleh sebab itu dia menambahkan, kerja sama antarlembaga menjadi penting agar Pilkada 2020 berjalan lancar.

Sepakat dengan Afif, Juru Bicara Badan Intelijen Nasional, Wawan Hari Purwanto yang menyatakan kolaborasi antarlembaga adalah sesuatu yang krusial karena jika pemilu tidak dijaga bakal mengganggu kemajuan negara dan demokrasi bangsa. (bawaslu.go.id)