MALUKUnews, Ambon: Berhasil mengantarkan kandidatnya hingga masuk calon gubernur dan wakil gubernur Maluku 2018, Ketua Tim Pemenangan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku dari Jalur Perseorangan/Independen, Herman Koedubun-Abdullah Vanath (HEBAT), Michael Palijama ikut mencatatkan namanya yang saat ini yang terbilang mulai bersinar di kancah politik Maluku.

Publik Maluku mungkin belum familiar dengan nama Palijama. Pria kelahiran 10 Februari 1973 ini namanya melejit dikanca perpolitikan Maluku setelah ia berhasil mengantarkan kandidatnya meraih tiket untuk ikut diajang kontestasi politik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Maluku Juni 2018 mendatang.

Bersama timnya, Palijama sempat terseok-seok saat mencari, menyerahkan duukungan hingga tahapan verifikasi dukungan KTP. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku, pun akhirnya resmi menetapkan kandidatnya sebagai peserta Pilgub Maluku setelah dinyatakan memenuhi syarat minimal dukungan.

Tanpa di dukung partai politik, skuad HEBAT yang dinahkodai Palijama maju mengandalkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Ia pun menyandingkan HEBAT duduk sejajar rival politiknya, Said Assagaff-Andreas Rentanubun (SANTUN) dan Murad Ismail- Barnabas Orno (BAILEO) yang nota bene didukung partai.

Palijama bukan orang baru dalam mendriver kandidat. Pengalamannya memperkuat skuat DAMAI di Pilgub Maluku 2013 lalu menjadi modal utama. Palijama pernah merasakan ketatnya suhu politik kala itu menjamu empat pasangan calon yang terbilang mumpuni jam terbang politik mereka.

Empat pasangan calon di Pilgub Maluku 2013 lalu itu masing-masing didukung oleh koalisi partai besar, di antaranya pasangan Said Assagaff-Zeth Zahuburua (SETIA) yang diusung koalisi partai Golkar, PKS, PPP, PAN, Partai Pelopor dan PNI, pasangan Abdullah Tuasikal-Hendrik Lewerissa (BETA TULUS), yang diusung partai Gerindra, Hanura, PKB, PKPI, dan PBB, pasangan Herman Koedubun-Daud Sangadji (MANDAT) yang diusung partai PDIP dan Pasangan Jacobus. F Puttilehalat-Arifin Tapi Oihu (Bob-Arif) yang diusung partai Demokrat dan beberapa partai non sit.

Dua kali melewati ketatnya suhu politik dilaga Pilgub Maluku 2013 lalu, pasangan calon Abdullah Vanath-Marthin J Maspaitella (DAMAI) yang diusung partai non parlemen mampu mengimbangi perolehan suara dari pasangan SETIA dan harus puas keluar sebagai runer-up kala itu.

Kali ini Palijama hadir dengan memadukan dua kekuatan politik alumni Pilgub Maluku 2013, MANDAT dengan DAMAI yang kini menjadi HEBAT, dengan tetap mengandalkan jalur alternatif partai non organik (independen). Dengan pasangan konfigurasi Tenggara Seram itu, Palijama kembali tampil dengan percaya diri karena merasa masyarakat Maluku sebanyak 122.895 dukungan sah ada dibelakangnya.

Jendral lapangan pasangan HEBAT, itu tentu akan dituntut performa terbaiknya untuk menaikan bintangya, sebab dua rival politik yang dihadapi di Pilgub Maluku 2018 adalah lawan tangguh yang didalamnya diisi deretan nama-nama tokoh paling subur di masanya, ada mantan gubernur Maluku dua periode, Karel A. Ralahalu yang kini menahkodai pasangan BAILEO dan Walikota aktif dua periode, Richard Louhenapessy yang menahkodai pasangan SANTUN.

Palijama, namanya akan subur dan bintangnya akan bersinar di kancah politik Maluku manakala ia mampu mencatatkan sejarah kala berhasil memetik kemenangan diajang pungut suara Juni 2018 mendatang. Bila peristiwa itu terjadi, maka tak berlebihan publik Maluku terutama para pelaku politik harus memberi hormat pada Jenderal “ HEBAT “ Michael Palijama. (Bil)