MALUKUnews, Ambon: Prediksi 25 ribu massa kampanye pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno di Lapangan Pattimura, Kota Namlea, Senin, 30 April 2018, melampui target yang diprediksikan. Arena kampanye pasangan dengan jargon “BAILEO” berubah menjadi lautan manusia.

“Ini tanda kemenangan,” tegas Ketua Tim Pemenangan “BAILEO” untuk Kabupaten Buru, Aziz Hentihu kepada Kabar Timur, tadi malam. Dia mengatakan, antusias mayoritas masyarakat Buru merupakan tanda bahwa mereka memiliki semangat menyongsong perubahan pemimpin Maluku lima tahun kedepan.

“Semangat menyosong perubahan dari mayoritas masyarakat Buru yang terlihat pada kampanye yang digelar “BAILEO” menjadi ukuran dan keyakinan saya, pasangan “BAILEO” dipastikan akan menang dalam perebutan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, mendatang,” tandas Hentihu, optimis.

Politisi PPP yang kini duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten ini melanjutkan, semangat perubahan yang diperlihatkan mayoritas masyarakat Buru, pada kampanye “BAILEO” bisa jadi bakal membuat “tsunami politik” bagi para rival di arena pilkada, khususnya incumbent dengan jargon “SANTUN.”

“Arena kampanye dengan lautan manusia bakal jadi “tsunami politik” bagi pasangan incumbent “SANTUN.” Pasalnya, kemenangan Petahana dengan jargon “SETIA” pada Pilkada 2013, Kabupaten Buru sebagai lumbung suara mereka,” kata Hentihu, seraya melanjutkan, untuk Pilkada 2018, “BAILEO” Buru akan mengambil lumbung suara tersebut.

Menurutnya, perubahan pilihan masyarakat Buru di Pilkada Maluku 2018 ini, disebabkan beberapa indikator yang teramat krusial, diantaranya, mereka (masyarakat Buru), sudah merasa jenuh dengan janji-janji kandidat terkait intervensi kebijakan pembangunan di Buru disaat-saat kampanye, kendati setelah terpilih lupa akan janjinya.

“Kenapa masyarakat Buru sudah jenuh? Indikatornya sederhana dan terbukti, bahwa janji-janji itu hanya manis di musim-musim kampanye. Setelah terpilih lupa. Itu terbukti setelah mejabat lima tahun semua janji yang pernah disampaikan tidak dibuktikan,” tandas Politisi PPP ini.

Dikatakan, Tim “BAILEO” Buru memiliki militansi kerja dan sistim yang terstruktuir rapi, mulai dari dusun hingga desa, apalagi didukung mayoritas masyarakat Buru. “Dari pelbagai pengalaman-pengalaman Pilkada sebelumnya, saya selaku Ketua Tim Pemenangan “BAILEO” mencium kuat bau kemenangan bagi “BAILEO” di Kabupaten Buru, bahkan di Pulau Buru,” ucapnya mengakhiri.

Sebagaimana diketahui, lebih dari 25 ribu massa masyarakat Buru, tumpah di Lapangan Pattimura Kota Namlea, menghadiri kampanye “akbar” pasangan dengan jargon “BAILEO.”

Lampangan dengan daya tampung lebih dari 30 ribu orang berubah menbjadi lautan manusia. Artis ibukota dan lokal ikut meramaikan kampanye “BAILEO.” Selain, seluruh pimpina Parpol pengusung ikut hadir pada kampanye tersebut. (Sumber: Kabar Timur)