MALUKUnews, Ambon: Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku, menghentikan pengusutan orasi politik Koordinator Wilayah Indonesia Ti­mur DPP Partai Golkar, Edison Betaubun yang dinilai bernuansa SARA itu.

Keputusan tersebut diambil, setelah Bawaslu bersama tim Gakumdu menggelar rapat pada pada Kamis (01/03), kemarin. Kesimpulan dalam rapat tersbut, menyatakan, tidak ditemukan unsur tindak pidana pemilu dalam orasi politik Edison saat rapat akbar Partai Golkar Kota Ambon di Sport Hall Karpan, Rabu (21/02), lalu itu,

Dilansir harian Siwalima hari ini, Ketua Bawaslu Maluku, Abdullah Ely, yang dikonfirmasi tak mau berkomentar. Ia hanya mengatakan, penjelasan menyangkut penghentian penanganan laporan terhadap Edison itu sudah ditempelkan pada papan informasi Gakumdu sekitar pukul 21.30 WIT. “ Sudah dipasang di papan informasi Gakumdu, silahkan dicek,” tandasnya.

Pemberitahuan yang ditandatangani oleh Ketua Bawaslu Abdullah Ely itu, ditujukan kepada Dodi LK Soselisa selaku pelapor, dengan nomor laporan GMKI Nomor 01/LP/Bawaslu-Mal/31.00/II/2018.

Alasan Bawaslu menghentikan laporan tersebut, yaitu satu, tidak terpenuhi unsur melanggar ketentuan pelaksanaan kampanye. Kampanye, sebagaimana dimaksud ketentuan pasal 187 ayat (2) junto pasal 69 huruf b UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati dan walikota menjadi UU se­bagaimana telah diubah ke­dua kalinya dengan UU No­mor 10 tahun 2016 tentang pe­rubahan kedua atas UU no­mor 1 tahun 2015 tentang pene­tapan peraturan peme­rintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2014 tentang pemi­lihan gubernur, bupati dan walikota menjadi UU.

Sementara pernyataan yang sampaikan oleh Edison sebagai terlapor tidak dalam pelaksanaan kampanye, tetapi rapat akbar Partai Golkar Kota Ambon. (Qin/S5)