MALUKUnews, Jakarta: Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo memandang, penerapan standar protokol kesehatan covid-19 seperti mencuci tangan dan memakai masker bisa menjadi modus baru penyalahgunaan hak pilih pada Pilkada 2020. Tentunya hal ini bisa terjadi apabila pemungutan suara dilaksanakan pada Desember 2020 serta menerapkan standar protokol covid-19 untuk mencegah penularan virus mematikan itu.

"Pengawas harus bisa memastikan setiap orang yang datang ke TPS itu harus betul-betul orang yang kita ketahui makanya pengawas TPS harus berasal dari lingkungan setempat supaya dia mengenal pemilih. Kalau pemilih menggunakan masker, bisa jadi tidak terdeteksi secara baik” ungkapnya dalam Rapat Kerja Teknis Virtual Pencegahan dan Penanganan Pelanggaran Pilkada 2020 Bawaslu se Sumatera Utara, Sabtu (9/5/2020).

Dewi mengharapkan ada semacam pengaturan bahwa standar protokol tetap dipatuhi tetapi ketika menggunakan hak pilih, masker harus dibuka untuk mengenal siapa sebenarnya pemilih yang datang di TPS.

Demikian juga standar mencuci tangan, jangan sampai menjadi peluang untuk menggunakan hak pilih dua kali. Alasannya, apabila mengacu SOP protokol kesehatan, ada media untuk cuci tangan pakai sabun, yang bisa mempengaruhi tinta.

“Kita harus merekomendasi, tinta yang digunakan harus memiliki standar yang baik, standar yang tinggi dan tidak mudah luntur. Ini sangat berkaitan dengan ketersediaan anggaran. Oleh karena itu, ini menjadi kewaspadaan kita dalam menghadapi Pilkada di masa pandemic covid 19,” pungkasnya. (bawaslu.go.id)