MALUKUnews, Ambon: Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Murad Ismail-Barnabas Orno dengan tageline “BAILEO” dipastikan menang 75 persen di Kabupaten Buru Selatan (Bursel). Hal ini disampaikan Tagop Soulisa dihadapan ratusan pendukung “BAILEO” saat kampanye di Alun-Alun Kota Namrole, Rabu (2/5).

“Beta seng kasih target banyak-banyak cukup 75 persen BAILEO menang di Bursel,” ucap politisi PDI Perjuangan ini yang diamini simpatisan dan pengurus partai politik pendukung “BAILEO” yang hadir.

Dalam kampanyenya tersebut, Tagop mengupas habis pimpinan Maluku periode sebelumnya yang tak pernah memperhatikan Kabupaten Bursel sejak terpilih pada Pilgub 2013 lalu.

“Masyarakatku dan saudaraku, tahun 2013-2018 menjadi catatan buruk bagi Bursel, kenapa buruk? Karena selama kepemimpinan yang diberikan dukungan totalitas oleh masyarakat Bursel, tidak pernah anggaran lebih dari Rp 10 miliar datang di Bursel. Katong bangun Bursel deng kaki tangan sandiri dengan APBD kita. Dari provinsi nol basar,” sentil Tagop yang juga Bupati Bursel dua periode ini.

Saking kecewanya, Tagop mengungkapkan pada MTQ Provinsi Maluku di Namrole, umat beragama di Bursel dilecehkan karena saat masyarakat Bursel menyelenggarakan MTQ beliau tidak hadir. Padahal MTQ adalah simbol kebersamaan yang dibangun bukan saja dari umat Islam, namun juga dari umat Kristen dan masyarakat Bursel. “Masyarakat Bursel merasa tidak dihargai, bahkan pada saat kita mendapat juara umum juga tidak dihargai,” ujarnya.

Mantan Kepala Bappeda Bursel itu juga menyentil janji kampanye pasangan yang menang pada Pilgub lalu, bahwa jika menang, jalan penghubung Kecamatan Leksula-Namrole selesai, namun itu hanya janji kosong.

“Bayangkan saja. Jalan Namrole Leksula yang dijanjikan saat kampanye kepada saya, bahwa kalau mereka jadi gubernur selesai jalan itu, sampe skarang tar jadi. Kalau seng bisa kembalikan saja ke kabupaten nanti katong yang bangun. Daripada sekarang kasih par dong di provinsi padahal seng bisa bikin apa-apa,” sindir Tagop.

Dia berjanji akan berdiri di tengah-tengah masyarakat untuk menangkan “BAILEO” di Pilgub Maluku 2018. “Dari Ambalau, Waesama, Namrole, Leksula, Kepala Madan dan Fena Fafan, beta akan berdiri di tengah-tenga masyarakat untuk menangkan nomor dua (BAILEO),” teriaknya disambut tepuk tangan massa pendukung BAILEO.

Tagop menginstruksikan kepada masyarakat Bursel pada hari pemilihan 27 Juni 2018, coblos dan menangkan “BAILEO” sehingga Maluku memiliki pemimpin baru.

“Beta instruksikan kepada bapak ibu samua, tanggal 27 (Juni) itu pasangan nomor satu parek deng ose, nomor tiga jang dolo, kanapa? Karena seng ada partai pendukung, lalu di DPR dong mau bikin apa? Program-program mau jalan bagaimana. Tapi kalau nomor dua coblos akang, karena ketika memilih nomor dua, 70 persen Partai di DPRD Maluku akan mendukung mereka berdua (Murad-Orno), sehingga sudah pasti program-program mensejahterakan masyarakat pasti jalan. Dan masyarakat itu salah satunya masyarakat Bursel,” tegas Soulissa.

Ketua tim pemenangan Kabupaten Bursel Sami Latbual menegaskan sudah menjadi komitmen seluruh pimpinan partai politik di Kabupaten Bursel memenangkan BAILEO karena itu adalah Harga mati dan tidak bisa ditawar.

“Kemenangan BAILEO di Kabupaten Bursel adalah Mutlak ! dan itu harga yang tidak bisa di tawar. Kalau ada yang bilang katong (BAILEO) itu kalah di kecamatan a dan kecamatan B, patut kita pertanyakan kebenaran dari pernyataan saudara-saudara itu,” tegasnya.

Latbual mengatakan pemimpin yang peduli dengan rakyat Bursel hanyalah BAILEO. Terbukti saat penyelenggaran MTQ beberapa waktu Lalu hanya Pak Abas (Barnabas Orno) saja yang datang untuk ikut serta dalam Kegiatan MTQ tersebut.

“Masyarakat harus tau yang hadir saat MTQ hanyalah Pak Barnabas Orno, yang lain tidak datang. Itu adalah bentuk penghormatan Pa Abas kepada Masyarakat Bursel maka beliau datang,” ucapnya.

Bakal calon anggota DPRD Provinsi Maluku ini mengajak masyarakat Bursel pilih pasangan Murad Ismail dan Barnabas Orno dengan cara mencoblos nomor 2 pada tanggal 27 Juni nanti.

“Kalau buka surat suara di nomor satu bilang dia sampe sudah,buka pas di nomor dua coblos di nomor dua itu, kalau buka di nomor 3 bilang sabar dolo,” ajak Latbual.

Calon Wakil Gubernur Barnabas Orno saat kapanye tersebut mengatakan semua aspirasi dan keluhan masyarakat Bursel sudah di dengar dan apabilah Tuhan berkenang BAILEO jadi semua akan diselesaikan.

“Katong sudah catat bapak dan ibu, jalan Leksula ke Namrole itu jalan Provinsi sampai saat ini belum selesai, kalau Tuhan berkenan katong jadi beta mau minta dari tuan tanah Bapak Tago Soulissa sebagai bupati kalau bisa tingkatkan jalan Namrole Waesama, dan lingkar Ambalau menjadi jalan provinsi biar katong bikin akang,” kata Orno.

Sementara itu calon Gubernur Maluku Murad Ismail dalam kesempatan mengatakan karena cintanya kepada Maluku sangatlah mendalam sehingga Ia relah meninggalkan jabatan pentingnya di jajaran Polri hanya untuk membangun Maluku.

Masyarakat Bursel diminta untuk mendoakannya agar bisa menjadi pemimpin Maluku periode 2018-2023, agar bisa mengembalikan harkat dan martabat Maluku supaya sejajar dengan provinsi lain.

“Saya tidak minta apa-apa dari bapak ibu, saya hanya minta doa. Mudah-mudahan doa bapak ibu di jawab oleh Tuhan yang Maha Esa, maka jadilah kehendaknya,” pintah mantan Dankorps Brimob ini.

Sekedar diketahui hadir dalam kampanye pasangan dengan Nomor urut 2 itu sejumlah pimpinan partai pengusung dan pendukung Baileo dan sejumlah artis lokal yang digandeng Baileo untuk menghibur masyarakat Bursel. (KTL)

Sumber: Kabar Timur