MALUKUnews, Ambon: Masa kampanye diajang Pilkada 2020 mendatang kini diperpendek hanya 71 hari saja dari semula 81 hari. Seperti dikutif dari laman detik.com, Ketua KPU RI, Arief Budiman, mengatakan, dari 81 hari kemarin sekarang seingat saya menjadi 71 hari, karena nggak mungkin lagi dimampatkan (dipadatkan).

Menurut Arief, bila masa kampanye diperpendek lagi, dikhawatirkan hal itu mengganggu agenda lain, misalnya jika ada sengketa calon. Dia menyebut proses penyelesaian sengketa calon itu membutuhkan waktu 70 hari.

"Kan kalau ada calon yang tidak bisa ditetapkan kan dia bisa sengketa. Sebetulnya kan membutuhkan waktu 70 harian juga gitu loh," ujarnya seperti dilansir detik.com.

Karena itu, Arief mengatakan masa kampanye selama 71 hari itu sudah tidak mungkin dikurangi lagi. Masa kampanye selama 71 hari sudah paling singkat.

"Makanya kita tidak bisa juga mengurangi di bawah 70 hari takut nanti sengketa itu putusannya melampaui hari pemungutan suarakan merepotkan," sebutnya.

Sebelumnya, Komisi II meminta KPU memperpendek masa kampanye Pilkada 2020 dari 81 hari menjadi 60 hari. Komisi II mengusulkan agar masa kampanye diperpendek untuk menghindari konflik di masyarakat.

"Dari pengalaman yang ada ini, masa kampanye menimbulkan banyak ekses. Kita berharap lebih pendek lagi. KPU sudah bekerja keras dari 93 (hari) sekarang tinggal 81 (hari kampanye). Tapi kami bilang lebih pendek lagi, 60-70 hari itu sudah cukup," ujar Wakil Ketua Komisi II Mardani Ali Sera di sela RDP dengan KPU di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/7). (Qin/detik.com)