MALUKUnews, Ambon: Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) RI, hari ini melaksanakan seleksi tes tertulis secara serentak untuk calon Panitia Pengawasan Kecamatan (Panwascam) di seluruh Indonesia, Jumat (13/12).

Seleksi tertulis secara serentak ini dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi socrative. Namun, khusus untuk Maluku tes tertulis ini dilaksanakan secara offline alias tes manual.

Komisioner Bawaslu Maluku, Subair, dalam rilisnya kepada Malukunews.co, Jumat (13/12), sore ini, mengatakan, alasan Maluku tidak menggunakan tes secara online, karena terkendala jaringan internet.

Bahkan di Kabupaten MBD misalnya, kata Subair, tes tertulis ditunda hingga tanggal 17 Desember 2019. Alasannya, karena bahan tes harus dikirim ke kecamatan-kecamatan seperti di Babar dan kecamatan Kisar, harus disesuaikan dengan jadwan kapal yang mau berangkat kesana.

Meskipun tes tertulis di Maluku dilakukan secara offline, kata Subair, namun prinsif tes online tetap diadopsi. Soal yang dibuat oleh Bawaslu RI itu sangat dijaga kerahasiannya dan hasil tes tertulis diumumkan saat itu juga.

Bagi calon anggota Panwascam yang lolos tes tertulis, kata Subair, akan dilanjutkan dengan tes wawancara yang dijadwalkan pada tanggal 14 hingga17 Desember 2019 mendatang.

Lanjut Subair, minat masyarakat di empat kabupaten di Maluku yang melaksanakan Pilkada tahun 2020 mendatang, untuk menjadi anggota Panwascam cukup tinggi.

Secara keseluruhan, jumlah pendaftar Panwascam di empat kabupaten itu sebanyak 613 orang. Pendaftar terbanyak berada di Kabupaten Kepulauan Aru, yakni sebanyak 199 orang, disusul Maluku Barat Daya (MBD) sebanyak 174 orang, Seram Bagian Timur (SBT) sebanyak 147 orang dan Buru Selatan 9Bursel) sebanyak 93 orang. (Qin)