MALUKUnews, Ambon: Ketua Tim Koalisi Relawan Said Assagaff-Andreas Rentanubun (SANTUN), Abdullah Tuasikal, melakukan pembelaan terhadap Anggota DPR RI yang juga Korwil Partai Golkar Wilayah Maluku, Edison Betaubun, dalam pidato politik yang dinilai berbau SARA itu.

Seperti dilansir harian Kabar Timur, Tuasikal, mengatakan, ada oknum-oknum tertentu yang sengaja menggiring pidato Betaubun ke wilayah SARA. Targetnya untuk jatuhkan lawan-lawan politik.

Pidato Edison Betaubun akrab disapa “Ebet” yang sempat viral di Media Sosial (Medsos), terkait menyeret-nyerat organisasi Gereja Protestan Maluku (GPM), bahkan hingga jabatan Sekda Maluku dianggap pernyataan pribadi dan bukan SARA oleh Abdullah Tuasikal.
“Bagi saya pernyataan pak Edison dalam pidatonya tidak ada unsur SARA. Itu hanyalah pernyataan yang sifatnya pribadi,” ujar AT, sapaan akrab Abdullah Tuasikal, politisi senior Partai Golkar Maluku seperi diberitakan kabar timur, hari ini.

AT menilai, pidato Edison yang juga Anggota DPR RI, sengaja digiring oknum-oknum tertentu ke wilayah SARA, dengan target menjatuhkan lawan politiknya. “Ada oknum-oknum tertentu sengaja mengiring pidato tersebut ke wilayah SARA. Targetnya untuk jatuhkan lawan-lawan politik,” ujar AT diplomatis.

Dikatakan, dinamika politik Pilkada Maluku tidak ada potensi SARA yang dimainkan. Hanya saja, isu SARA ini baru muncul dipermukaan setelah pidato Edison Betaubun digiring oleh lawan politik yang memanfaatkan momentum politik saat ini.

“Sekali lagi bagi saya peryataan Pak Edison dalam pidatonya itu sifatnya pribadi dan Pak Edison sudah melakukan klarifikasi. Dan, kalau sudah diklarifikasi lembaran ini sudah harus ditutup,” kata AT. (Qin/KTM)