MALUKUnews, Jakarta: Anggota Bawaslu Rahmat Bagja mengungkapkan, generasi muda dalam Pilkada tahun 2020 memegang peran penting. Karena itu, dia meminta adanya peningkatan partisipasi pengawasan kaum muda melalui berbagai cara.

“Peran milenial sangat berpengaruh untuk pilkada akan datang. Begitu pula dengan stakeholder pilkada lainnya. Dengan peran bersama ini menentukan kualitas demokrasi dan pemilihan ke depan,” tuturnya di hadapan ratusan peserta yang berasal dari tokoh masyarakat, adat, agama, organisasi kepemudaan, dan undangan lainnya dalam kegiatan Sosialisasi Tatap Muka Kepada Kelompok Masyarakat Persiapan Pengawasan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020 di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Senin (25/11/2019).

Dirinya menjelaskan, tujuan pengawasan pilkada adalah memastikan terselenggaranya pemilihan yang LUBER (langsung, umum, bebas, dan rahasian) dan jurdil (jujur dan adil) sehingha berkualitas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada.

“Untuk mewujudkan pilkada yang demokrasi, menegakkan integritas, kredibilitas penyelenggara, transparansi penyelenggaraan, dan akuntailitas hasil pilkada, maka terdapat tiga jenis pengawasan pemilu menurut Ramlan Subakti, yaitu 'electoral observation', 'electoral monitoring', dan 'electoral supervisory',” ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam kategori partisipasi politik dapat dibagi menjadi apatis (tidak berpartisipasi dan menarik diri), spactator (pernah ikut memilih dalam pemilu), dan gladiator (secara aktif telibat dalam proses politik).

“Maka pusat pengawasan partisipasif, termasuk menjangkau milenial ada dalam (aplikasi) Gowaslu, pojok pengawasan, dan lainnya yang harus ditingkatkan melalui kerja sama lembaga ditambah dengan program Bawaslu serta inisiatif masyarakat. Hal ino akan menciptakan pencegahan dan pengawasan partisipatif,” sergah dia. (bawaslu.go.id)