MALUKUnews, Ambon: Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulissa, beberkan kebohongan Calon Gubernur Maluku Petahana, Said Assagaff. Tagop mengupas habis pimpinan Maluku periode sebelumnya yang tak pernah memperhatikan Kabupaten Buru Selatan sejak terpilih pada Pilkada tahun 2013 lalu.

Seeprti dikutif dari koran Siwalima, terbitan kamis, kemarin, kata Tagop banyak janji yang diumbar oleh Said Assagaff bagi masyarakat Buru Selatan. Namun saat duduk di kursi kekuasaan, janji itu dilupakan.

“Masyarakatku dan saudaraku, 2013-2018 menjadi catatan buruk bagi Bursel. Kenapa buruk ?. Karena selama kepemimpinan yang diberikan dukungan totalitas oleh masyarakat Bursel, tidak pernah anggaran lebih dari 10 milyar datang di Bursel. Katong bangung Bursel deng kaki tangan sendiri, dengan APBD kita. Dari provinsi nol basar,” papar Tagop saat tampil menjadi juru kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku, Murad Ismail-Barnabas Orno, Rabu (3/5) di Namrole.

Bahkan Tagop menuturkan, pada MTQ tingkat provinsi di Bursel, umat beragama di Bursel dilecekan, karena gubernur tidak hadir. Padahal MTQ adalah simbol kebersamaan yang dibangun bukan saja dari umat Islam, namun juga dari umat Kristen dan masyarakat Bursel.

“Masyarakat Bursel merasa tidak dihargai, bahkan pada saat kita mendapat juara umum juga tidak dihargai,” ujarnya.

Bupati dua periode ini menyinggung soal janji kampanye Said Assagaf pada Pilkada tahun 2013. Jika menang, maka jalan penghubung Kecamatan Leksula-Namrole selesai dibangun, namun itu hanya janji belaka.

“Bayangkan saja, jalan Namrole Leksula yang dijanjikan saat kampanye kepada saya, bahwa kalau mereka jadi gubernur selesai jalan itu, sampe skarang tar jadi. Kalau seng bisa kembalikan saja ke kabupaten nanti katong yang bangun. Daripada sekarang kasih par dong di provinsi, padahal seng bisa bikin apa-apa,” tandas Tagop.

Tagop berjanji akan berdiri di tengah-tengah masyarakat untuk memenangkan pasangan Murat Ismail dan Barnabas Orno.

“Dari Ambalau, Waesama, Namrole, Leksula, Kepala Madan dan Fena Fafan, beta akan berdiri di tengah-tengah masyarakat untuk memenangkan nomor dua,” teriaknya.

Tagop menginstruksikan kepada masyarakat Bursel agar di hari pemilihan nanti dapat menjoblos dan memenangkan BAILEO dengan nomor urut 2, sehingga Maluku bisa memiliki pemimpin yang baru dan pemimpin yang penuh perhatian kepada masyarakat.

“Beta instruksikan kepada bapak ibu samua, tanggal 27 itu nomor 1, parek deng ose. Nomor 3, jang dolo, kanapa? karena seng ada partai pendukung, lalu di DPR dong mau bikin apa?. Program-program mau jalan bagaimana. Tapi kalau nomor 2, joblos akang, karena ketika memilih nomor 2 tujuh puluh persen partai di DPRD Maluku akan mendukung mereka berdua, sehingga sudah pasti program-program mensejahterakan masyarakat pasti jalan. Dan masyarakat itu salah satunya masyarakat Bursel,” tegasnya. (S5)