MALUKUnews, Ambon: Melalui Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi (MK) RI yang kami terima, Senin (24/06), kami dipanggil untuk sidang dari MK RI kepada para Pihak, termasuk kami Pihak Terkait, Pasangan Capres/Cawapres (Ir.Joko Widodo - KH. Maaruf Amin) melalui Tim Kuasa. Panggilan ini dalam rangka menghadiri persidangan pada hari Kamis, tanggal 27/06/2019, mendatang.

Sidang tersebut dengan agenda pembacaan putusan perkara nomor : 01/PHPU-PRES/XVII/2019, atas Permohonan Pemohon H. Prabowo Subianto - H. Sandiaga Salahudin Uno sebagai Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 tahun 2019. Demikian rilis yang disampaikan salah satu Kuasa Hukum Pasangan Capres-Cawapres, Joko Widodo-Maaruf Amin, Dr. Fahri Bachmid, SH, M.H, yang diterima Malukunews.co, Selasa (25/06), pagi.

Kata Fahri, dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019, yang sedianya pembacaan putusan sebelumnya diagendakan pada hari Jumat, tanggal 28 Juni 2019, namun sepertinya dipercepat satu hari dari jadwal. “ Kami selaku kuasa hukum Capres/Cawapres Ir.Joko Widodo - K.H. Maaruf Amin, nomor urut 01 telah siap menghadiri agenda sidang tersebut, dan tidak ada masalah serius dengan percepatan agenda sidang pembacaan putusan dalam perkara ini,” ujar Fahri.

Lanjut Fahri, ia dan kawan-kawan kuasa hukum Jokowi-Amin lainnya sangat meyakini, bahwa putusan MK nantinya akan menolak seluruh dalil Pemohon/gugatan Tim Hukum Prabowo Subianto - Sandiaga Salahudin Uno. “ Dan kami tetap berangkat dari seluruh rangkaian fakta-fakta persidangan selama proses pemeriksaan saksi dan alat bukti oleh MK,” ujarnya.

Secara yuridis, kata Fahri, tidak ada satupun alat bukti dan dalil pemohon dapat dibuktikan didepan persidangan mahkamah. Sehingga dengan demikian, permohonan mereka akan ditolak oleh mahkamah. Kami sangat mengapresiasi MK yang selama ini telah menjalankan proses persidangan dengan baik, imparsial, serta objektif dalam menjalankan kewenangan konstitusional dalam memeriksa, mengadili dan memutus perkara PHPU Pilpres tahun 2019.

Publik pun telah mengikuti secara cermat dan terbuka jalannya persidangan MK selama ini. Dan demokrasi konstitusional di Indonesia telah bertumbuh semakin baik dari waktu ke waktu. “ Sehingga apapun putusan mahkamah Kamis besok, supaya semua pihak dapat menerimanya secara legowo tanpa ada keraguan sedikitpun. Sebab ini merupakan konsekwensi sebagai prinsip supremasi konstitusi yang kita anut sebagai sebuah bangsa,” tegas Fahri. (Qin)