MALUKUnews, Ambon: Bawaslu Maluku menyatakan telah menghentikan kasus orasi politik Koordinator Wilayah Indonesia Timur DPP Partai Golkar, Edison Betaubun yang sempat menuai kecaman berbagai pihak. Kecaman itu lantaran orasi politik Betaubun di acara rapat akbar Partai Golkar Kota Ambon di Sport Hall Karpan, Rabu (21/02) lalu itu dinilai bernuansa SARA.

Pengurus Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku, seperti diberitakan harian Siwalima hari ini, mencurigai keputusan Bawaslu itu. Keputusan Bawaslu Maluku tersebut dinilai telah disusupi kepentingan pasangan calon kepala daerah tertentu.

“Kami menilai Bawaslu sudah masuk angin dan terkontaminasi dengan pasangan calon tertentu sehingga dengan tiba-tiba menghentikan kasus tersebut. Kami mengecam kinerja Bawaslu yang tidak objektif,” tandas Wakil Ketua AMGPM Cabang Ebenhaezer Daerah Pulau Ambon, Janes Pattinama seperti dilansir Siwaliam, Senin, hari ini.

Pattinama menilai, Bawaslu tidak rasional lagi, sehingga kasus ini dihentikan tanpa kajian yang matang. “Kok aneh, Betaubun be­lum dipanggil dan mendengarkan klarifikasinya tetapi tiba-tiba dihentikan kasus­nya. Ini sudah tidak rasional lagi,” tegasnya. (Qin/S5)