MALUKUnews, Ambon: Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan gempa M 7,1 di Maluku Utara (Malut) berpotensi tsunami. Kata Kurnawati seperti dikutif dari detik.com, sesuai pantauan BMKG, ada kenaikan air laut 10,5 cm.

" Tadi dikatakan waspada tsunami, saat ini kami pantau terus muka air laut ada kenaikan sampai saat ini 10,5 cm. Ada gejala kenaikan dan terus kami pantau karena belum tahu naik terus atau segitu saja," kata Dwikorita saat dihubungi, Jumat (15/11/2019).

Masyarakat diminta tetap. Dwikorita juga meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh isu yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dipertanggungjawabkan kebenarannya," jelasnya. BMKG sendiri telah mengeluarkan peringatan tsunami pada Kamis (14/11) pukul 23.17 WIB. Hingga saat ini peringatan dini tsunami belum dicabut. (Red)