MALUKUnews, Ambon: Rektor Universitas Darusslam (Unidar) Ambon,. DR. Muhammad Riad Uluputy, mengatakan, pihaknya menolak paham radikalisme di kampus. Paham radikalisme tidak boleh masuk ke kampus. “ Kampus yang saya pimpin ini harus bebas dan bersih dari paham radikalisme itu,” tegas Uluputy kepada wartawan usai membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus untuk Mahasiswa Baru (PKKMB) di kampus itu, Jumat (30/08).

Uluputy mengatakan, bukan saja bebas dari radikalisme, tapi kampus Unidar juga bebas dari narkoba dan bebas dari berbagai hal yang berbau negatif. Untuk itu, semua aktifitas di kampus ini selalu kami pantau. Bukan pada saat kegaitan PKKMB saja, tapi juga dalam setiap proses akademik. “ Kami ingin pastikan, bahwa kampus ini bebas dari hal-hal negatif yang bisa merugikan mahasiswa maupun merusak lembaga pendidikan itu sendiri,” ujarnya Uluputy.

Disinggung tentang dualiseme kampus Unidar, Rektor Uluputy mengatakan, kampus Unidar di Wara aktifitasnya saat ini terus berjalan seperti biasa. Aktifitas perkuliahan disini berjalan normal.

“ Nanti satu dua hari kedepan akan dilakukan eksekusi dari pengadilan negeri terhadap kampus induk Unidar di Tulehu. Keputusan pengadilannya untuk eksekusi itu sudah ada sejak tahun 2017. Jadi kita tunggu waktu untuk eksekusi saja. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, mungkin bulan depan pengadilan sudah melakukan tugas eksekusinya itu,” ucap mantan Purek I Unpatti ini. (Mg-04)