MALUKUnews, Jakarta: Komisi VII DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT. PLN (Persero), Senin ( 25/11).

RDP ini berlangsung di gedung nusantara I. Sejumlah aspirasi disampaikan oleh para anggota komisi yang membidangi masalah energi ini.

Saadiah Uluputty, salah satu anggota Komisi VII, dalam RDP itu menyampaikan, bahwa pemerintah harus lebih memperhatikan provinsi Maluku yang berciri daerah kepulauan.

Dari 1.198 desa yang ada di Maluku, sebanyak 970 desa yang baru teraliri listrik. Sementara 228 desa belum teraliri listrik. “ Saya minta supaya masalah listrik di Maluku ini menjadi perhatian serius,” tegas Saadiah dalam rapat itu.

Pendekatan elektrifikasi yang dilakukan oleh PLN, lanjut Saadiah, perlu mempertimbangkan kondisi daerah-daerah yang tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“ Satu kendala lain dari bangsa Indonesia yang memang terdiri dari pulau-pulau atau di daerah 3T. Jangan sampai sudah miskin, sudah tertinggal kemudian ditinggalkan lagi,” tegasnya.

Legislator dari Dapil Maluku itu menambahkan, selain kuantitas elektrifikasi, persoalan kualitas juga harus menjadi perhatian PLN. Fakta mengenai durasi waktu penerangan listrik yang bervariasi, dinilainya juga menunjukan kondisi yang timpang.

“Ini pada kuantitas. Nah, kualitas juga masih miris. Karena ada beberapa daerah yang listrik 6 jam nyala, ada yang 12 jam nyala dan ada yang 24 jam nyala,” bebernya.

Selain itu, dalam kesempatan RDP perdana dengan PLN tersebut, Saadiah juga mengkritisi data yang dipaparkan PLN terkait persentasi elektrifikasi di Provinsi Maluku.

“ Saya ingin konfirmasi ke ibu Plt Dirut soal elektrifikasi. Katanya untuk provinsi Maluku, datanya sudah 97 persen. Sementara data yang disampaikan oleh dinas ESDM Maluku baru sebesar 86,81 persen. Data siapa yang harus kita pegang ?,” kata Saadiah mengkronfrontir.

Agenda RDP yang menghadirkan jajaran PLN Pusat tersebut diagendakan untuk membahas beberapa hal, antara lain, progres pembangunan pembangkit listrik 35 GW dan transmisi, rencana Program Kerja Tahun 2020, dan laporan PLN terkait tindak lanjut pemadaman listrik Agustus 2019. (Red)