MALUKUnews, Ambon: Direktur Sinergi Data Indonesia Barkah Pattimahu menegaskan prestasi Airlangga Hartarto selama memimpin Partai Golkar terbilang gemilang. Sehingga peluang Airlangga sebagai Ketua Umum di Munas Golkar nanti lebih besar.

Pasalnya, kata Pattimahu, Golkar di bawah kepemimpinan Ailrangga mampu menjadi salah satu pengendali poros kemenangan Jokowi-Maruf Amin pada pemilu presiden kemarin.

"Dibawah Airlangga mampu menjaga dinamika partai sehingga tidak ada gejolak internal yang menggangu konsolidasi partai Golkar," kata Pattimahu seperti dalam rilis yang diterima Malukunews.co, Selasa (12/11).

Artinya, lanjut dia, Ailrngga tokoh yang dapat menjaga kesimbangan politik dari berbagai kekuatan di Golkar. Kata dia, perlu diingat bahwa Golkar bukan kepemilikan tunggal sehingga dinamikanya sangat kuat. "Airlangga mampu menjaga itu," ujarnya.

Menurut dia, Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga mampu meraih kursi terbanyak kedua pada Pemilu legislatif 2019 kemarin. Begitu juga Partai Golkar dapat menempatkan lima orang kadernya dalam kabinet Jokowi.

"Melalui tangan dingin Airlangga Hartarto, Golkar juga dapat menempatkan kader terbaiknya Bambang Soesatyo sebagai ketua MPR dan diterima oleh semua fraksi di MPR," katanya.

"Point ini saya harus garis bawahi, artinya Airlangga Hartarto adalah pemimpin yang berjiwa besar, karena dengan kebesaran jiwanya Airlangga dapat mendorong tokoh yang bagi sebagain orang adalah rivalnya dalam Munas nanti," katanya menambahkan.

Ini, kata dia, modal kemenangan Airlangga Hartarto, hanya saja dia berpesan agar Airlangga tinggal mengelola secara baik sehingga bisa dikonversi mejadi suara. Meski begitu Bambang Soesatyo juga punya prestasi dalam memimpin DPR, namun jika dibandingkan maka prestasi Airlangga Hartarti jauh lebih bersinar.

Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar Syahmud Basri Ngabalin menyebutkan, sinyal Presiden Jokowi mendukung Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar sudah terlihat dalam pidato puncak perayaan Hut Golkar ke 55 tahun.

Terlebih, dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan peran Partai Golkar pada pemerintahan saat ini, di mana Partai Golkar melejit di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum.

"Di dalam pesan ini jelas bahwa Jokowi merestui Airlangga Hartarto untuk kembali dipilih sebagai ketua umum Partai Golkar pada Munas Golkar yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2019. Airlangga Hartarto merupakan syarat mutlak (condition sine qua non) kebesaran Partai Golkar," kata dia kepada wartawan.

Oleh karena itu, kata dia, segenap kader Partai Golkar harus menjaga soliditas Partai Golkar dan pemerintah, karena apa yang disampaikan Jokowi mengenai soliditas dan komitmen merupakan pesan terhadap seluruh kader Partai Golkar, khususnya kepada Bambang Soesatyo yang juga menghadiri perayaan HUT ke-55 Partai Golkar.

"Penekanan Jokowi terhadap soliditas dan komitmen merupakan ekspresi pengetahuan Jokowi akan adanya komitmen Bambang Soesatyo untuk mendukung Airlangga Hartarto sebagai ketua umum dan tidak akan lagi maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar setelah didorong dan dijadikan sebagai Ketua MPR RI," katanya.

Kini, kata dia, Bambang Soesatyo harus menyadari ambisinya tetap maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar bukan hanya mengingkari komitmen terhadap partai dan Airlangga Hartarto secara pribadi, tetapi juga akan menganggu soliditas partai Golkar dan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Karena, kata dia, Ambisi Bambang Soesatyo menjadi tidak terkendali. Menggunakan penalaran yang wajar, ambisi tersebut dapat merusak relasi Partai Golkar dengan Jokowi dan akan menjadi titik mulainya guncangan terhadap pemerintah. Tentu Bambang Soesatyo telah menyadari hal tersebut dengan segala konsekuensinya.

Dia menduga Bambang Soesatyo tetap maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar karena didukung oleh kekuatan yang ingin menjauhkan Partai Golkar dari Jokowi dan tidak senang Jokowi mendapatkan dukungan penuh dari Partai Golkar. (Red)