MALUKUnews, Sydney: Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengecam media ABC Australia yang dianggapnya tidak bersikap nasionalis dalam setiap siarannya. Ada dugaan bahwa Pemerintah Australia akan menghentikan siaran internasional dari ABC.

Sebelumnya Abbott menyebut ABC tidak bersikap patriotis karena tidak mendukung Pemerintah Australia, ketika masalah penyadapan merebak. Selain itu, berita mengenai para pencari suaka yang didepak ke Indonesia, turut membuat Abbott marah.

"Sangat mengecewakan ketika media nasional sepertinya mendukung pihak manapun, kecuali Australia sendiri dan saya kira hal itu merupakan masalah besar. ABC kurang simpati terhadap tuan rumah sendiri," ujar Abbott kepada stasiun radio 2GB, Rabu 29 Januari 2014.

Kini berkembang isu bahwa Pemerintahan Abbott akan menghentikan siaran internasional ABC yakni, Australia Network. Selain itu, disinyalir bahwa Abbott akan memberikan konsensi berita nasional dari ABC kepada media yang dimiliki oleh taipan media Rupert Murdoch.

Media-media di Australia melaporkan bahwa anggaran ABC sepertinya akan dipotong pada Mei 2014 mendatang. Pemotongan anggaran tersebut dilakukan sebagai langkah penghematan. Komisi audit yang dibentuk oleh pemerintah sepertinya akan memotong anggaran dari pemberitaan media ABC lainnya.

Sebelumnya Sky News mengincar posisi yang dipegang oleh ABC saat ini. Sky adalah media yang setengah sahamnya dimiliki oleh perusahaan Inggris BSkyB yang dikendalikan oleh 21st Century Fox, dan merupakan perusahaan yang dimiliki oleh Rupert Murdoch melalui News Corp.

Sudah sejak lama pihak News Corp melobi Pemerintahan Abbott untuk membatalkan kontrak dengan ABC. Namun isu pembredelan terhadap ABC ini mendapatkan tantangan dari kabinet bentukan Abbott sendiri.

Menteri Komunikasi Malcolm Turnbull mengatakan, ABC tidak boleh diinfiltrasi oleh politisi. "Abbott memiliki hak untuk melakukan kritik terhadap ABC, tetapi ABC harus tetap independen dan jajaran direksinya tidak boleh diisi oleh politisi," tegas Turnbull, seperti dikutip Sidney Morning Herald, Kamis (30/1/2014).

Bukan hanya Abbott yang menyebut ABC tidak patriotis, sebelumnya pada Januari 2014 lalu, Menteri Luar Negeri Julie Bishop juga mengkritik isi dari program Australia Network. Menurutnya siaran internasional ABC tersebut tidak memainkan perang sebagai alat diplomasi publik Negeri Kanguru. (faj)

Sumber: okezone.com