MALUKUnews, Ambon: Sebagai salah satu pihak yang turut mem-viral-kan dan mempolemikkan pernyataan Menkopolkam, Wiranto. Penggiat perubahan sosial yang juga Direktur Maluku Crisis Center (MCC) Ikhsan Tualeka, memaklumi permintaan maaf secara terbuka purnawirawan Jenderal bintang empat itu.

“ Setelah penyampaian maaf dari Pak Wiranto, tentu sebagai manusia, mari sama-sama kita maafkan, dan berharap penanggulangan bencana berjalan dengan baik, semua korban bisa tertangani dan mendapatkan hak-nya,” kata Tualeka seperti dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Sabtu (05/10).

Menurutnya, satu yang pasti, mengupayakan dan mendesak Wiranto, Menkopolkam, hingga minta maaf secara terbuka, baik oleh para netizen, maupun oleh berbagai pihak dengan inisiatif masing-masing, adalah langkah maju.

“ Semua menjadi pelajaran penting bagi kita untuk kedepan lebih baik. Perdebatan ini sendiri sesungguhnya telah menjadi momentum bagi semua anak Maluku untuk punya kesadaran kolektif bahwa kita lahir, hidup dan besar di daerah rawan gempa dan untuk itu kita mesti bisa adaptif,” ujar Tualeka.

Ia mengajak pemangku kewajiban untuk duduk bersama, selain untuk merumuskan blue print kebencanaan, kedepan edukasi dan sosialisasi mitigasi bencana perlu dilakukan sejak usia dini, ditunjang dengan peraturan dan anggaran yang memadai, termasuk penyiapan rancang bangun rumah tahan gempa, titik kumpul bila ada bencana besar dan sebagainya, yang terpenting dari semua itu juga adalah Maluku harus lebih diperhatikan.

Tokoh muda Maluku ini menambahkan, protes yang begitu luas atas diksi Pak Wiranto sebenarnya adalah akumulasi kekecewaan publik atas minimnya perhatian ‘Jakarta’ selama ini. Political disconten itu mengemuka karena ada perasaan diperlakukan tidak adil.

“ Ini yang mesti menjadi titik tekan para pemangku kewajiban, demi menjaga keseimbangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena adil dulu baru dami, bukan sebaliknya. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan yang maha kuasa,” harapnya. (Red)