MALUKUnews, Jakarta: Polling Center bekerjasama dengan The Asia Foundation merilis survei tentang sikap dan praktik pemilih. Manager research Polling Center Heny Susilowati memaparkan bahwa KPU masih menjadi pusat informasi paling dipercaya publik.

"Karena KPU dan Bawaslu sebagai lembaga penyelenggara Pemilu, maka masyarakat masih percaya pada lembaga ini. Tapi masyarakat butuh sumber informasi lain selain dua lembaga ini," ujar Heny saat rilis survei di Terrace Garden Hotel Four Seasons, Jl. HR Rasuna Said, Setia Budi, Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2013).

Media massa menduduki peringkat ketiga sebagai sumber informasi yang dipercaya masyarakat. Sebagian besar media massa dianggap masih independen dan kredibel.

"Pemilih menginginkan informasi mengenai siapa saja calon-calon mereka, latar belakang calon-calon mereka, serta platform kampanye mereka," imbuh Heny.

Sementara itu calon legislatif maupun partai politik dinilai sebagai sumber informasi yang paling tidak dipercaya masyarakat. Namun perbandingannya sangat tipis dengan Lembaga Swadaya Masyarakat.

Survei ini dilakukan dengan metode wawancara tatap muka dengan 2.760 responden yang memiliki hak suara. Adapun survei diambil dari 6 kota yakni Aceh, Jakarta, Jawa Timur, NTT, dan Sulawesi Selatan dengan margin error 1,9% dan kepercayaan 95%. Berikut hasil survei penilaian masyarakat terhadap sumber informasi Pemilu 2014 dengan skala 0-10:

  1. KPU memeroleh nilai 7,7
  2. Bawaslu memeroleh nilai 7,6
  3. Media memeroleh nilai 7,5
  4. Aparat Desa memeroleh nilai 7,4
  5. LSM memeroleh nilai 6,8
  6. Caleg/Parpol memeroleh nilai 6,7

(Sumber: Detikcom)