MALUKUnews, Jakarta: Hari ini, Indonesia memasuki babak baru kepemimpinan nasional. Pasangan Presiden dan Wakil Presdien Republik Indonesia, Jokowi-Ma'ruf Amin dilantik untuk masa periode 2019-20124.

Politisi perempuan PKS, Saadiah Uluputty meminta Jokowi menuntaskan janji kampanye mensejahterakan petani Indonesia.

"Salah satu janji pak Jokowi di kampanye 2014 yang menjadi catatan yaitu, soal kesejahteraan petani. Waktu itu beliau berjanji agar petani tidak lagi miskin," ungkap Saadiah saat ditemui sebelum Sidang Paripurna MPR RI dalam rangka Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Minggu (20/10).

Janji Jokowi mengentaskan kemiskinan petani, kata perempuan yang akrab dipanggil caca Diah itu, harus dituntaskan di periode kedua kepemimpinan Jokowi.

" Itu kan janji kampanye yang belum tuntas di periode pertama. Jadi di periode kedua kita harap pak Jokowi bisa menuntaskan ini," ulasnya.

Menurutnya, harga-harga komoditas pertanian yang anjlok di masa pemerintahan Jokowi-JK periode 2014-2019 menunjukan bahwa pemerintah belum maksimal melakukan peran kekuasaan dalam mendorong perbaikan harga jual komoditas pertanian.

"Beberapa kali harga-harga pertanian seperti bawang merah, cabe, dan tomat anjlok. Bahkan masyarakat sampai ada yang membagikan bawang merah gratis sebagai bentuk prihatin. Dimana negara? Harusnya Negara hadir agar harga-harga stabil," tandasnya.

Selain itu, anggota DPR RI Dapil Maluku itu juga menyinggung komoditas rempah yang terjun harga. Dia juga meminta pemerintah pro aktif mengantisipasi permainan harga oleh tengkulak di lapangan.

" Harga cengkeh dan pala juga turun. Padahal daerah seperti Maluku, Maluku Utara, Sulawesi, dan beberapa daerah lainnya, ini (cengkeh dan pala -red) yang jadi andalan. Anak-anak bisa sekolah sampai jenjang pendidiian tinggi karena hasil rempah," jelasnya.

"Pemerintah harus cepat respon juga terhadap tengkulak-tengkulak nakal yang seenaknya main harga. Akhirnya daya beli masyarakat jadi menurun," tambahnya.

Harga yang baik dan stabil, kata Saadiah memberikan dampak positif bagi meningkatnya daya beli petani. Hal ini, lanjut Sa'adiah, akan menunjang kesejahteraan petani.

" Kalau harga bagus dan stabil kan petani bisa semakin sejahtera. Daya belinya juga baik," ujarnya.

Selain masukan kepada pemerintah, lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya itu, juga mengapresiasi pembangunan infrastruktur pertanian. Ketersediaan sarana prasarana pertanian, lanjut dia, perlu ditingkatkan dengan mempertimbangkan pemerataan ke daerah-daerah terpencil. " Di periode pertama, Pak Jokowi telah membangun sarana prasarana pendukung pertanian. Ini sebuah kemajuan. Kedepan perlu diperhatikan juga petani-petani di daerah," ucapnya.

Sa'adiah berharap, kepemimpinan baru Jokowi-Ma'ruf Amin dapat membawa Indonesia semakin lebih baik. Posisi PKS sebagai penyeimbang pemerintahan, kata dia, akan dimaksimalkan untuk mengontrol kemajuan pembangunan.

"Hari ini Pak Jokowi dan Kiyai Ma'ruf dilantik. Kita doakan semoga pemerintahan mereka membawa Indonesia semakin baik. Posisi kami di PKS sebagai penyeimbang akan menjadi agen kontrol sehingga mendorong pembangunan nasional," tutup Saadiah. (THSU)