MALUKUnews, Jakarta: Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai pendekatan agama dapat menyelesaikan pelbagai konflik ketimbang pendekatan militer atau politik.

Ma'ruf memandang instrumen politik dan militer selama ini tak efektif dalam menyelesaikan konflik.

"Karena upaya merukunkan konflik melalui politik dan pendekatan militer itu belum menyelesaikan konflik. Kita harapkan agama nanti bisa menjadi perekat untuk menyelesaikan konflik," kata Ma'ruf usai bertemu Presiden Singapura Halimah Yacob di Jakarta, Selasa (4/2).

Ma'ruf menuturkan selama ini agama kerap dijadikan 'kambing hitam' dan diidentikkan sebagai sumber konflik di seluruh dunia.

Ia menegaskan pandangan itu tak tepat. Agama, menurut Ma'ruf, justru bisa menjadi instrumen mendamaikan pihak-pihak yang berkonflik.

"Bukan hanya rukun, ya, itu bisa merukunkan konflik-konflik yang terjadi," kata dia.

Atas keyakinan tersebut Ma'ruf berencana menggelar dialog antarpemuka agama di seluruh dunia untuk membangun kerukunan. Tujuan lain adalah agar agama tak lagi diidentikkan sebagai sumber konflik.

Ia menyatakan Indonesia dan Singapura bersepakat untuk melanjutkan kerja sama terkait dialog antaragama. Menurutnya, kerja sama yang sudah dimulai sejak 2018 dapat terus dilanjutkan.

"Karena itu kita ingin kembangkan teologi kerukunan dan narasi kerukunan untuk jaga kerukunan itu," kata Ma'ruf. (cnnindonesia.com)