MALUKUnews, Jakarta: Fraksi PKS telah mengutus 50 kadernya menyebar di Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPR RI Periode 2019-2024.

Porsi PKS untuk posisi pimpinan AKD yakni, Ketua MKD, Wakil Ketua Komisi I, Wakil Ketua Komisi IX, Wakil Ketua Komisi X, Wakil ketua BKSAP, Wakil ketua BURT dan wakil ketua BAKN. Selain tujuh unsur pimpinan AKD, 43 orang anggota lainnya disebar merata ke 11 komisi.

Saadiah Uluputty, Anggota DPR RI, Dapil Maluku ditugaskan di Komisi VII. Dirinya menjelaskan, akan mengawal sejumlah isu-isu strategis, seperti persoalan Energi, Riset dan Teknologi, dan Lingkungan Hidup,” ungkapnya.

Saadiah menambahkan, sejumlah sektor yang berhubungan langsung dengan hajat hidup masyarakat juga akan diperjuangkan. Perjuangan tersebut, kata dia, sebagai bukti komitmennya bersama PKS memberi yang terbaik kepada rakyat Indonesia.

“ Subsidi listrik, subsidi BBM dan hal-hal yang berkaitan langsung dengan masyarakat akan kami perjuangkan. Ini untuk menegaskan komitmen saya dan PKS untuk terus berbuat yang lebih baik,” kata Saadiah.

Selain itu, lulusan Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya itu melanjutkan, dia akan turut mengawal pengelolaan blok-blok migas raksasa, perminyakan dan usaha hilirisasi pertambangan.

“ Kami juga akan kawal blok-blok migas raksasa, minyak dan pertambangan,” paparnya.

Terkait Blok Gas Abadi Masela di maluku, Uluputty memberikan penekanan agar Presiden segera menandatangani PI 10 % bagi Maluku. Menurutnya, hal tersebut perlu dipercepat karena Pod dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sudah diserahkan kepada pemerintah.

“ Pak Presiden harus segera tandatangi PI 10 % untuk Maluku. Itu sudah jelas diatur dalam Permen ESDM Nomor 37 Tahun 2016. Blok Masela hanya masuk dalam wilayah Administrasi Maluku. PoD dari KKKS sudah ada jadi realisasi PI 10 % segera direalisasi,” tegasnya.

Dia menuturkan, penempatannya di Komisi VII menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk berbakti kepada masyarakat. “Ini tantangan sekaligus kesempatan untuk berkhidmat untuk masyarakat di dapil khususnya dan Indonesia pada umumnya,” jelasnya. (Red)