MALUKUnews, Jakarta: Harga minyak dunia turun lebih dari 4% pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, imbas meningkatnya kasus virus corona atau Covid-19 yang memicu kekhawatiran permintaan minyak global.

Selain itu potensi kembalinya produksi minyak Libya juga mendorong kekhawatiran kelebihan pasokan.

Harga minyak mentah mengikuti pasar ekuitas dan komoditas lain yang menghindari risiko pada hari Senin karena meningkatnya kasus positif Covid-19 di Eropa dan negara lain mendorong langkah-langkah lockdown yang menimbulkan keraguan atas pemulihan ekonomi.

"Kami melihat berita yang lebih menyedihkan tentang permintaan bahan bakar pesawat," kata Direktur Riset Pasar di Tradition Energy Gary Cunningham di Stamford, Connecticut seperti dilansir CNBC, Jakarta, Selasa (22/9/2020).

“Kami mencari pasar yang jauh lebih lunak. Gambaran ekonomi tidak terlihat semerah sebelumnya,"

Harga minyak mentah Brent turun USD2 atau 4,6% menjadi USD41,15 per barel. Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate turun USD1,80 atau 4,38% menjadi $ 39,31 per barel. Kedua kontrak harga minyak tersebut mengalami penurunan harian terbesar mereka dalam dua minggu.

Harga minyak terus mengalami penurunan di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa peningkatan kasus virus corona yang dapat memangkas permintaan minyak global.

Tercatat, lebih dari 30,78 juta orang telah terinfeksi virus corona atau Covid-19. Hal ini membuat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mempertimbangkan kembali lockdown, sementara kasus Covid-19 di Spanyol dan Prancis juga meningkat.

Sementara itu, pekerja di ladang utama Sharara Libya telah memulai kembali operasinya setelah National Oil Corporation mengumumkan pencabutan blokade. Tetapi tidak jelas kapan dan pada tingkat apa produksi dapat dimulai kembali. Sementara itu, sebuah kapal tanker Suezmax sedang menuju ke terminal Marsa El Hariga Libya, menurut data pengiriman Refinitiv Eikon.

Di sisi lain, Goldman Sachs berpegang pada perkiraannya untuk harga minyak Brent mencapai USD49 per barel pada akhir tahun dan USD65 pada kuartal ketiga tahun depan, terlepas dari perkembangan Libya. Barclays menaikkan prospek harga minyak Brent tahun 2020 menjadi USD43 per barel dan USD53 tahun depan. (dni)

Sumber: okezone.com