MALUKUnews, Jakarta: Di antara berbagai komoditas ekspor Indonesia, ikan arwana menjadi salah satu komoditas yang paling banyak dicari dengan nilai ekonomi yang menjanjikan.

Oleh karenanya untuk mendorong peningkatan ekspor komoditas ikan arwana, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim menggelar Rapat Koordinasi secara virtual.

"Rakor ini bertujuan sebagai upaya memberikan dukungan agar tetap berlangsungnya kegiatan perdagangan khususnya komoditas ikan arwana yang berorientasi ekspor selama masa pandemi Covid-19, dan sebagai upaya mendorong peningkatan devisa negara melalui ekspor komoditas ikan arwana," kata Asisten Deputi Hilirisasi Sumber Daya Maritim Amalyos dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Safri Burhanuddin mengatakan bahwa dalam Rakor ini diharapkan mendapat masukan dari para asosiasi, pelaku usaha, dan pihak terkait agar pemerintah dapat mempercepat proses regulasi jika ada hambatan permasalahan terkait ekspor.

“Kalau ada hal atau regulasi yang dinilai belum pas mari kita bahas bersama. Selama itu untuk kepentingan nasional kita akan berbuat sesuatu," jelas Safri.

Menanggapi hal tersebut Ketua Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI) Sugiharto memaparkan masalah yang tengah dihadapi dunia ikan hias saat pandemi Covid-19.

Hasil dari rakor ini, Safri memberikan arahan agar permasalahan-permasalahan yang sudah diungkapkan para peserta rakor bisa dapat dikoordinasikan lebih lanjut dan menjadi bahan evaluasi.

“Kami terima semua masukan yang telah disampaikan dan selanjutnya akan kami evaluasi atas semua masukan tersebut. Kami juga akan berusaha membantu untuk mencarikan solusi atas masalah yang ada," pungkas Safri. (dni)

Sumber: okezone.com